150 Balita di 2 Desa yang Dikuasai KKB, Kondisi Menyedihkan

150 Balita di 2 Desa yang Dikuasai KKB, Kondisi Menyedihkan
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar (kanan) ketika memberikan penjelasan kepada media di Hotel Rimba Papua, Kamis (16/11). Foto: MAYER SARIOA/RADAR TIMIKA/JPNN.com

jpnn.com, MIMIKA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih menduduki Kampung Banti dan Kimbeli, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua.

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar menyebutkan, jumlah warga yang masih berada di dua kampung tersebut sekitar 1.300 orang. Dari jumlah tersebut diperkirakan sekitar 150 anak bayi dan balita.

“Warga dipaksa tidak boleh ke mana-mana, dan memang tidak dikurung dalam satu ruangan tapi ada di rumah masing-masing. Saat ini bahan makanan pun sudah terbatas. Lalu kami juga dapatkan info ada sekitar 150-an warga yang tergolong balita termasuk bayi. Kami juga dengar kalau mereka sudah tidak dapatkan pelayanan ASI dari ibunya, karena ibunya juga kekurangan asupan makanan,”ujar Kapolda dalam konferensi pers, Kamis (16/11) kemarin di Rimba Papua Hotel (RPH).

Kapolda menjelaskan, kondisi masyarakat di Distrik Tembagapura khususnya di dua kampung yang seperti itu seharusnya tidak boleh terjadi. S ebab sebagai umat manusia, mereka mempunyai hak hidup yang sama.

“Kita tidak bisa membiarkan kondisi masyarakat yang tercekam berlarut-larut. Jadi upaya negosiasi masih persuasif dan kami juga sampaikan imbauan lewat maklumat,” ucapnya.

Namun kata Kapolda, bahwa semua upaya persuasif yang dilakukan itu hingga saat ini belum mencapai titik terang.

“Sampai pagi ini (Kemarin red), belum adanya kabar baik. Hal penting yang kita titipkan kepada tim yang melakukan upaya komunikasi, diantaranya tokoh agama-tokoh adat, tokoh pemerintahan, adalah yang penting masyarakat yang ingin keluar dari kampung, tidak boleh diganggu oleh KKB,” jelas Kapolda.

Orang nomor satu di Polda Papua ini juga menegaskan bahwa sudah banyak catatan kriminal yang dilakukan oleh KKB terhadap warga sipil, maupun aparat keamanan khususnya di area Tembagapura.

Jumlah warga yang masih berada di dua kampung Banti dan Kimbeli sekitar 1.300 orang. Dari jumlah tersebut diperkirakan sekitar 150 anak bayi dan balita.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News