16 Tenaga Medis Positif Corona, Direktur RSUP Singgung Warga yang Bandel

16 Tenaga Medis Positif Corona, Direktur RSUP Singgung Warga yang Bandel
Suasana Jalan Jatibaru dekat Pasar Tanah Abang yang padat dan ramai meski masih masa pemberlakuan PSBB, Senin (18/5/2020). Foto: ANTARA/Livia Kristianti

Mengenai dengan kesiapan tenaga medis mengantisipasi lebaran Idulfitri 1441 hijiriah, apakah akan menambah tenaga medis untuk ditugaskan, ujar Khalik masih membutuhkan tenaga medis.

"Masih ada tenaga lain yang sementara jaga di ruang perawatan. Mereka tidak langsung pulang ke rumah tapi dikasih menginap di hotel selama, dua minggu, sebagian juga di inapkan di Poltekkes Antang," ucapnya.

Melihat kondisi tersebut, tenaga medis tentu bertaruh nyawa bahkan rela tidak pulang berkumpul bersama keluarganya karena sibuk mengurusi pasien, sementara masyarakat dengan entengnya keluar rumah, padahal ada aturan PSBB dan Peraturan Wali Kota membatasi pergerakan.

"Ada lima rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan dan iti dijaga betul. Tapi ini dampaknya, petugas kesehatan yang terinfeksi, bukan hanya di wahidin, tetapi di rumah sakit lainnya juga," ujarnya.

Dengan melihat kondisi sekarang ini, bila masyarakat tetap abai dengan protokol kesehatan, maka tenaga medis juga akan kebablasan merawat pasien karena terus bertambah. Oleh karena itu Pemerintah harus tegas, agar virus ini tidak menyebar luas secara massif mengingat banyaknya kelonggaran-kelonggaran dalam penerapan aturan.

Data yang diperoleh sementara ini, untuk pasien COVID-19 di Sulsel mengalami peningkatan 34 orang hari ini, Rabu 21 Mei 2020 terkonfimasi positif. Jumlah sementara mencapai 1.135 pasien positif tersebar di 24 kabupaten kota se Sulsel. (antara/jpnn)

Sebanyak 16 tenaga medis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan, dinyatakan terpapar virus corona baru (covid-19).


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News