18 Orang Meninggal Dunia Akibat Longsor di Tana Toraja

18 Orang Meninggal Dunia Akibat Longsor di Tana Toraja
Situasi lokasi tanah longsor di Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (14/4). Foto: BPBD Tana Toraja

jpnn.com, TANA TORAJA - Jumlah warga meninggal dunia akibat tanah longsor yang melanda Desa Lembang Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan dan Kelurahan Manggau, Makale, Kabupaten Tana Toraja, hingga Minggu (14/4) pukul 19.00 WIB mencapai 18 orang.

Laporan termutakhir Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merinci jumlah korban jiwa di Kecamatan Makale antara lain sebanyak 14 orang meninggal dunia dan dua orang dilaporkan hilang.

Sementara itu, di Kecamatan Makale Selatan jumlah korban meninggal bertambah menjadi empat orang.

"Angka tersebut didapatkan setelah satu warga yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin (15/4).

Pembaharuan data hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Toraja mencatat kerugian materil yang disebabkan oleh longsor, antara lain enam unit rumah di Kecamatan Makale dan satu unit rumah di Kecamatan Makale Selatan tertimbun material longsor.

Tim gabungan mendirikan posko darurat sementara di gedung gereja setempat pasca tanah longsor.

Sedikitnya 77 warga yang selamat untuk sementara dievakuasi ke gedung gereja ini. Dapur umum didirikan guna pemenuhan kebutuhan permakanan bagi warga dan tim evakuasi.

Operasi pencarian dan pertolongan untuk sementara dihentikan guna keamanan bersama mengingat hari sudah mulai malam sehingga kurangnya penerangan dan cuaca mendung disertai gerimis.

Sebanyak 18 orang dilaporkan meninggal dunia akibat tanah longsor yang melanda dua kecamatan di Tana Toraja pada Minggu (14/4).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News