18 Tahun Menabung, Tukang Jahit Akhirnya Naik Haji

18 Tahun Menabung, Tukang Jahit Akhirnya Naik Haji
Pasangan tukang jahit seragam calon jemaah haji akhirnya berangkat haji juga. Foto: JPG/Pojokpitu

jpnn.com, GRESIK - Berkat ketelatenannya mengumpulkan uang selama 18 tahun, pasangan suami istri yang berprofesi sebagai penjahit, di Benjeng Gresik akhirnya bisa mengapai impiannya menjadi tamu Allah.

Mereka adalah Ahmad Sholeh dan Jumaiyah. Setiap harinya keduanya berbagi peran untuk menyelesaikan menjahit baju seragam pesanan dari sejumlah jemaah calon haji, yang akan berangkat ke tanah suci.

Sholeh mengatakan, niat ingin menunaikan ibadah haji sudah lama terpendam. Sejak menikah pada 1985, keduanya sudah bercita-cita ingin naik haji.

Karena itu keduanya tidak pernah pesimistis untuk bisa menggapai impiannya.

"Hingga akhirnya pada 2000, mulai menyisihkan uang Rp 500 ribu tiap bulan. Tepat tahun 2010, akhirnya bisa terkumpul dan didaftarkan untuk mendapatkan kursi," ujar Sholeh.

Berkat telaten, akhirnya 18 tahun kemudian keduanya bisa berangkat menunaikan ibadah haji.

"Kami sering tidak tidur, karena harus menyelesaikan pesanan jahitan agar bisa mengumpulkan uang untuk bisa ditabung dan berhaji," kata Sholeh.

Saat ini keinginan keduanya sudah di depan mata. Keduanya bisa berangkat ke tanah suci, dan bergabung dengan Kloter 69, yang akan berangkat pada 6 Agustus mendatang. (pul/jpnn)


Pasangan suami istri tukang jahit menabung sejak tahun 2000 untuk biaya naik haji.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News