2 Film Karya Sineas Kalimantan Mewakili Lokus 10 di Malam Anugerah Fesbul
Film SAAT MALAM MENJADI MERAH disutradarai oleh Dedetria Holyri dan memiliki genre horor karena mengusung kisah hantu kepercayaan masyarakat Kalimantan, kuyang.
Sekadar informasi, masyarakat Kalimantan meyakini kalau tuju atau kuyang yang berbentuk seperti kepala melayang itu adalah sosok manusia.
Film produksi Serantung Productions ini akan memperlihatkan cerita hantu dari sudut pandang film pendek.
Sedangkan BUKAN TEMPAT BERMAIN adalah sebuah film pendek dengan latar lokasi pasar malam.
Diarahkan oleh M. Azmi Arif dan diproduksi Miniatur Production, BUKAN TEMPAT BERMAIN mengusung cerita sepasang kekasih yang ingin mengakhiri hubungan mereka.
Mempunyai cerita yang sangat jauh berbeda dan sama-sama unik, kedua film ini akan menjadi wakil Kalimantan untuk kembali beradu dengan 18 film pendek lain dari Lokus 1 sampai Lokus 9 di sepanjang 2024.
Nantinya dari film-film tersebut, Fesbul hanya akan memilih lima film terbaik yang bakal diumumkan di acara puncak, yakni Malam Anugerah Fesbul.
Berlangsung di Djakarta Theatre pada 17 November 2024, acara itu akan dihadiri pula oleh perwakilan sineas film pendek terpilih, sekaligus para filmmaker nasional.
Fesbul menggelar kegiatan workshop film pendek dulu selama tiga hari baru kemudian melakukan open submission terhadap sineas-sineas asal Kalimantan
- Telkomsel Genjot Perkembangan Talenta Kreatif Lewat AI Cinefest 2026
- RI-Singapura Jajaki Pengembangan Tiga Daerah Latihan Militer di Sumatera dan Kalimantan
- Menteri Mukhtarudin Resmikan Migrant Center Pertama di Kalimantan, Rektor ULM Sambut Strategi Baru SDM
- Angkat Isu Kesehatan Mental Mahasiswa, Film Mania Dunia Nia Tembus Panggung Asia
- 4 Film Pendek dari Sutradara Indonesia Tayang Perdana di La Semaine de la Critique Cannes Film Festival 2026
- Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 Dorong Pemberdayaan Komunitas
JPNN.com




