20 Persen Soal USBN SD Dibuat Kemendikbud

20 Persen Soal USBN SD Dibuat Kemendikbud
Siswa SD. Ilustrasi Foto: Doni K/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) akan diterapkan di jenjang sekolah dasar (SD) mulai 2018 mendatang. USBN merupakan pengganti ujian sekolah (US).

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno mengungkapkan, pelaksanaan USBN akan mulai diterapkan pada 2018. Tak tanggung-tanggung, USBN akan mengujikan delapan mata pelajaran.

Yakni, bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, PKN, seni budaya dan prakarya (SBDP), pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK), serta agama.

Sedangkan pada pelaksanaan US 2017, hanya ada tiga mata pelajaran. Yakni, bahasa Indonesia dengan jumlah butir soal 50, matematika dengan jumlah butir soal 40, dan ilmu pengetahuan alam (IPA) jumlah butir soal 40.

”Untuk pelaksanaan USBN pembuatan butir soal masih dalam proses,” terang Totok kepada Kaltim Post (Jawa Pos Group) di Jakarta, Minggu (24/12).

Meskipun guru disarankan melakukan variasi soal dengan memasukkan jenis soal esai, Totok menjamin tingkat kesulitan soal masih tahap sedang dan cenderung tidak terlalu sulit.

”Soalnya tidak terlalu sulit kok. Karena kan nanti yang membuat soal adalah guru-guru, Kemendikbud hanya 25 persennya,” jelas Totok. (*/him/sar/riz/k8)

 


Ujian sekolah berstandar nasional (USBN) untuk tingkat SD mengujikan delapan mata pelajaran, dimulai tahun 2018.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News