40 Bangkai Bayi Harimau Disimpan dalam Freezer di Dapur Kuil

Misalnya, memisahkan bayi harimau dari induknya agar si bayi bisa diajak disusui botol oleh turis dan diajak berfoto-foto. Saat itu, pihak kuil akhirnya sepakat untuk tidak membiakkan harimau-harimau tersebut secara ilegal. Kecuali, tentu saja jika si harimau yang ingin berkembang biak sendiri secara alami.
Laporan bahwa kuil itu tidak aman dan ada beberapa turis yang diserang oleh si kucing besar ini juga terus masuk. Namun, seperti sebelumnya, pihak kuil menampik semua tuduhan. Meski begitu, pengadilan memutuskan semua harimau di kuil harus dipindahkan ke tempat yang aman.
Operasi pemindahan seluruh harimau ke fasilitas penangkaran milik pemerintah baru dilakukan Senin (30/5) setelah ada perintah pengadilan yang turun. Hingga kemarin, ada 52 harimau dewasa yang dipindahkan. Masih ada 85 ekor lagi di kuil Buddha tersebut. Seluruhnya masih bernyawa.
Suthipong Pakcharoong yang menjabat wakil presiden Yayasan Kuil Wat Pha Luang Ta Bua mengungkapkan bahwa pihak kuil akan menaati perintah pengadilan. Meski begitu, dia menegaskan bahwa relokasi itu bakal berimbas negatif kepada perekonomian warga setempat. Sebab, tanpa ada harimau-harimau itu dipastikan tidak ada turis yang berkunjung.
’’Tidak ada yang ilegal atau bahaya sama sekali. Jika mereka seperti ini (merelokasi harimau), itu akan berdampak pada industri wisata,’’ kilahnya. (reuters/afp/cnn/bbc/sha/c19/any)
BANGKOK – Tim gabungan yang merazia kuil Wat Pha Luang Ta Bua, di Distrik Sai Yok, Provinsi Kanchanaburi, Thailand, Rabu (1/6), menemukan setidaknya
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Donald Trump Sebut Industri Film di AS Sekarat
- Trump Tegaskan Iran Tak Boleh Memiliki Nuklir untuk Alasan Apa pun, Pelucutan Total!
- 2 Kapal Wisata Terbalik di China, 3 Orang Tewas & 14 Hilang
- Berulah di Medsos, Donald Trump Pamer Fotonya Berpose ala Paus Vatikan
- Sekjen PBB Tegaskan Serangan Israel Pelanggaran Terhadap Kedaulatan Suriah
- Uni Eropa Mendesak Israel Segera Cabut Blokade & Buka Akses Bantuan ke Gaza