5 Faktor Pengemudi Fortuner Acungkan Pistol Tak Layak Disebut Koboi

5 Faktor Pengemudi Fortuner Acungkan Pistol Tak Layak Disebut Koboi
Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel saat menjadi narasumber Podcast JPNN.com. Foto: Andika Kurniawan/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menyatakan aksi pengemudi Fortuner yang mengacungkan senjata diduga pistol di Duren Sawit, Jakarta Timur tidak layak dijuluki koboi.

Julukan itu juga tidak pantas untuk pengendara lain yang unjuk senjata apalagi menodongkannya kepada masyarakat.

5 Faktor Pengemudi Fortuner Acungkan Pistol Tak Layak Disebut KoboiTampak pengemudi Fortuner B 1673 SJV mengacungkan diduga senjata api usai tabrak pengendara sepeda motor di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (2/4). Foto: Instagram/warung jurnalis

"Jangan pakai kiasan 'koboi'. Malah tersanjung. Banyak koboi yang baik. John Wayne itu koboi. Ranger pun koboi. Bon Jovi juga penggemar koboi," kata Reza kepada JPNN.com, Jumat (2/4).

Sebelumnya tim Polda Metro Jaya sudah meringkus pengemudi mobil Fortuner berpelat B 1673 SJV itu. Inisialnya MFA.

Aksi MFA viral di media sosial usai menabrak pengendara sepeda motor dan mengacungkan senjata diduga pistol di Jalan Baladewa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat dini hari.

Pakar yang menamatkan pendidikan sarjana di Fakultas Psikologi UGM itu lantas menyampaikan argumentasi kenapa julukan koboi makin tidak layak untuk orang yang unjuk senjata di depan umum.

"Karena ada sejumlah faktor serius di balik perilaku todong-todong orang pakai senjata," ucap Reza.

Penyidik Polda Metro Jaya telah menangkap pengemudi Fortuner berinisial MFA di Jakarta Selatan, Jumat (2/4).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News