5 Gol Bunuh Diri, Dibilang tak Sengaja

5 Gol Bunuh Diri, Dibilang tak Sengaja
5 Gol Bunuh Diri, Dibilang tak Sengaja

"Pemain kami terrprovokasi. Selain dua gol bunuh diri, lalu teriakan pendukung PSS yang provokatif (dengan mengucapkan: Syukur kalian ketemu Borneo, Red), ditambah dengan kondisi lapangan yang hancur seperti itu, ya pemain langsung emosi dan tidak berpikir panjang membuat gol-gol bunuh diri," bebernya.

Logika Chairul, jika klubnya memilih untuk kalah, timnya tidak akan mendatangi pertandinhan di Sleman teersebut. Status walkover (WO) dianggapnya bukan masalah. "Toh kalau WO kami hanya dikurangi tiga poin, dan itu tidak akan mengurangi peluang kami untuk melenggang ke semifinal," tegasnya.

Salah satu aktor pencetak gol PSIS Semarang Komaedi menuturkan jika dalam laga tersebut, dirinya seperti kehilangan rasa sadarnya. Yang ada, hanya perasaan emosi karena keseriusan timnya, dibalas dengan permainan tidak niat dari PSS.

"Nggak mikir apa-apa mas, isinya cuma emosi. Kami pengin main bener, lawan nggak serius, mereka main-main. Ya, karena itu akhirnya kami begini," katanya saat ditemui di PSSI.

Namun, setelah laga itu, pemain bernomor punggung 19 tersebut sempat berpikir akan anehnya permainan di hari itu. Keesokan harinya, dia baru merasakan besarnya imbas akibat permainan sepak bola gajah. "Saya juga sempat dapat sms dari suporter, dihujat perbuatan saya," ucapnya. (ren/aam)

 


JAKARTA - PSS Sleman dan PSIS Semarang sudah resmi didiskualifikasi dari babak semifinal Divisi Utama 2014 ini. Itu didapatkan setelah Komisi Disiplin


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News