Jumat, 23 Agustus 2019 – 01:18 WIB

5 Kiat Berolahraga Saat Polusi Udara Tinggi

Senin, 12 Agustus 2019 – 23:25 WIB
5 Kiat Berolahraga Saat Polusi Udara Tinggi - JPNN.COM

Polusi udara

jpnn.com - Olahraga saat polusi udara tinggi terjadi di Jakarta tentu membuat Anda tidak nyaman. Bukannya mendapat manfaat yang maksimal dari olahraga, bisa jadi Anda mengalami sesak napas atau gangguan pada paru-paru akibat menghirup udara berdebu kaya polutan itu.

Seperti pernah dijelaskan dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, paparan zat polutan di udara memang dapat merusak jaringan paru-paru. “Ketika jaringan ini rusak, maka Anda akan lebih rentan terhadap berbagai penyakit.”

Untuk melindungi diri Anda dari polusi udara, dr. Andika menyarankan Anda untuk menghindari sumbernya. Misalnya, orang yang merokok, tempat yang padat kendaraan (jalan raya dan terminal), mengatur ventilasi rumah dengan baik, serta pastikan lingkungan rumah bebas kotoran dan debu.

Tips aman berolahraga saat polusi udara
Lantas, apakah polusi udara menjadi alasan Anda tidak berolahraga? Tentu saja tidak. Anda tetap bisa berolahraga dengan melakukan lima tips aman, yaitu:

1. Pilih tempat yang banyak dikelilingi pepohonan hijau
Anda bisa memilih tempat ini, misalnya di taman sekitar rumah atau di sekitar Ruang Terpadu Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang biasanya memang banyak pepohonan. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati yang merupakan tim redaksi medis KlikDokter, ruang terbuka hijau sangat baik dijadikan tempat untuk berolahraga.

"Itu bisa dibilang sebagai salah satu pilihan tempat baik. Sirkulasi udara di sekitar yang banyak pepohonan biasanya memang sangat baik karena teduh dan banyak pasokan oksigen," ujar dia.

2. Pilih waktu yang tepat
Memilih waktu untuk berolahraga juga penting dilakukan. Menurut dr. Dyan Mega, jangan pilih waktu saat siang hari atau sore hari ketika rush hour. Biasanya pada saat itu, polusi dalam tingkat paling mengkhawatirkan.

"Pilihlah waktu, misalnya pagi atau malam sekalian. Biasanya, pada waktu-waktu itu lebih aman karena tingkat polusi sudah mulai turun," jelas dr. Dyan Mega.

Sumber : Klikdokter
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar