Jumat, 14 Desember 2018 – 18:23 WIB

5 Kiat Memilih Susu Mentah Supaya Aman Dikonsumsi

Sabtu, 13 Oktober 2018 – 04:11 WIB
5 Kiat Memilih Susu Mentah Supaya Aman Dikonsumsi - JPNN.COM

jpnn.com - Bagi beberapa orang, susu yang masih mentah (belum dipasteurisasi) bisa mendatangkan beragam mudarat.

“Meski saat ini sebagian besar produk susu yang dijual di pasaran telah melalui proses pasteurisasi (susu pasteurisasi), masih ada juga orang yang minum produk susu murni tanpa proses pasteurisasi atau susu mentah,” ujar dr. Anita Amalia Sari dari KlikDokter.

Lalu apakah bahaya meminum susu mentah?

Studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Emerging Infectious Diseases menganalisis data dari 2009 hingga 2014. Para peneliti melacak 87 wabah keracunan makanan yang melibatkan bakteri jahat, seperti E. coli, salmonella, campylobacter, dan listeria.

Tim peneliti menemukan bahwa susu mentah bertanggung jawab atas 96 persen dari semua penyakit yang terjadi akibat bakteri-bakteri tersebut. Rata-rata, susu mentah memicu 760 kasus keracunan makanan per tahun, dan sekitar 22 kasus di antaranya memerlukan rawat inap.

Lalu bagaimana cara memilih susu pasteurisasi atau susu mentah yang aman dikonsumsi? Berikut tips dari dr. Anita dari Klikdokter:

1. Baca label yang terdapat pada susu sebelum membeli. Cari produk yang mencantumkan tulisan "susu pasteurisasi". Bila tidak yakin, tanyakan kepada petugas di toko tempat Anda membeli.

2. Bila Anda ingin membeli langsung susu dari peternak, pastikan apakah susu tersebut melalui proses pasteurisasi terlebih dahulu atau tidak.

3. Lihat tanggal kedaluwarsa. Pastikan produk susu yang Anda beli masih layak untuk dikonsumsi alias tidak melewati tanggal kedaluwarsa yang tertera di label kemasan.

4. Bila tercium menyengat atau asam pada susu, jangan dikonsumsi lagi.

5. Saat membeli susu di swalayan, sebaiknya beli susu tersebut di akhir pembelanjaan agar kualitasnya tetap terjamin dan masih dingin. Setelah sampai rumah, langsung masukkan ke dalam lemari pendingin.

SHARES
TAGS   susu mentah susu
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar