5 Wisatawan Terluka di Raja Ampat, Warga Setempat Geger

5 Wisatawan Terluka di Raja Ampat, Warga Setempat Geger
Tempat foto pada destinasi wisata Geosite Kabui yang bisa disebut batu pensil oleh masyarakat Kabupaten Raja Ampat. Foto: Foto ANTARA/ Ernes Broning Kakisina

Para wisatawan itu kemungkinan berwisata ke Raja Ampat langsung dari Sorong tidak melapor kepada pemerintah daerah dan tidak menggunakan jasa masyarakat lokal sebagaimana aturan pemerintah daerah bagi pelaku usaha pariwisata yang beroperasi di wilayah tersebut.

Mengutip pengaduan dari wisatawan yang mengikuti tur tersebut kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui situs chse.kemenparekraf.go.id, antara lain melaporkan peristiwa robohnya dermaga tempat mereka berfoto sehingga kejadian tersebut berdampak pada kerugian baik materil maupun immaterial.

Sementara itu, pemerhati pariwisata dan juga Tokoh Adat Raja Ampat, Dorteus Wanma di Waisai mengatakan sudah melakukan pengecekan kepada masyarakat pengelola destinasi dan juga pemkab bahwa pelaksanaan wisata tidak memenuhi syarat-syarat masuk ke Raja Ampat alias ilegal.

"Kami atas nama anak adat kabupaten Raja Ampat akan menuntut secara adat dan hukum pelaksana tur yang mengakibatkan ambruk jembatan destinasi wisata Batu Pensil karena tidak mengikuti aturan Raja Ampat menaikkan rombongan pada jembatan destinasi melebihi kapasitas," ujarnya. (antara/jpnn)

Wisatawan tersebut membuat pengaduan terkait kejadian di Raja Ampat ke Kemenparekraf.


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News