JPNN.com

6 Poin Surat Amien Rais, Masih Sangat Keras

Jumat, 02 Agustus 2019 – 16:58 WIB 6 Poin Surat Amien Rais, Masih Sangat Keras - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais tidak hadir di dalam diskusi dengan tema Oposisi Tugas Suci Amanat Rakyat 2019 di Ruang 100, Padepokan Pencak Silat, Jalan Raya TMII, Jakarta Timur, Jumat (2/8). Amien tidak hadir karena memiliki kesibukan pribadi di Yogyakarta.

Meski tidak hadir, Amien menitipkan surat yang dibacakan oleh Icu Zukafril selaku senior instruktur PAN yang sekaligus ketua panitia diskusi.

Icu pun kemudian membacakan sebuah surat bertanda tangan Amien Rais. Dalam surat itu, Amien mengeluarkan enam sikap politik setelah Pilpres 2019 berakhir.

Pertama, Amien mengingatkan bahwa opsi menjadi oposisi lebih bermartabat, terhormat, dan sesuai aspirasi mayoritas anggota dan para pemilih PAN.

"Kalau PAN mendukung tanpa syarat pemerintahan Jokowi (Presiden Joko Widodo), masyarakat luas sangat sinis, dan jangan harap PAN bisa lolos threshold pileg yang akan datang," ucap Icu membacakan poin kedua surat bertanda tangan Amien Rais, Jumat.

BACA JUGA: Yusril Ihza Mahendra Gulirkan Ide Anyar soal Masa Jabatan Presiden

Dalam poin ketiga, Amien menuliskan tentang pemerintahan Jokowi akan melanjutkan kebijakannya yang jelas menghancurkan masa depan bangsa dan negara.

"Semua politik ekonomi Indonesia akan disubordinasikan di bawah kepentingan Cina. Sementara kepentingan rakyat sendiri hanya dipidatokan untuk lip service dan peninabobo masyarakat luas," ucap Icu membacakan poin ketiga.

Selanjutnya, keempat, Amien menyinggung bahwa PAN akan hina dan dina jika masuk koalisi pemerintahan Jokowi. PAN tidak boleh menggadaikan akidah dan politik untuk kepentingan sesaat.

"Jangan sampai tangan PAN ikut kotor berlumuran dosa sejarah, karena ekonomi pemerintahan Jokowi sangat jauh dari Pasal 33 UUD 1945 dari prinsip adil dan keadilan sebagaimana tertera dalam Pancasila," ucap Icu membaca poin kelima surat Amien.

Terakhir, Amien menyinggung tentang hidup yang hanya sekali. Dia pun berbicara tentang hidup yang bagaikan sebuah sandiwara.

BACA JUGA: Sugito Akui tak Sulit bagi Presiden Jokowi untuk Bubarkan FPI

"Hidup cuma sekali. Hidup bagaikan sandiwara singkat, cuma puluhan tahun saja. Mari ambil peran dan posisi yang diridai-Nya. Jangan sebaliknya," pungkas dia. (mg10/jpnn)

 

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...