7 Poin Saran Ketua Banggar DPR Terkait KTT G20 di Bali, Simak

7 Poin Saran Ketua Banggar DPR Terkait KTT G20 di Bali, Simak
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MH Said Abdullah. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mengatakan pertemuan KTT G 20 di Bali sangat potensial untuk membantu pemulihan ekonomi di Bali yang terpuruk akibat pandemi. 

Menurut Said, hingga Kuartal III 2021, Bali sebagai satu-satunya provinsi yang masih mengalami pelambatan ekonomi. Bila KTT G20 dilakukan secara virtual, maka dampak ekonominya tidak banyak membantu bagi pemulihan ekonomi di Bali. 

“Saya berkeyakinan sepanjang pemerintah melakukan screening secara ketat terhadap tamu dan degelasi kedatangan dari luar negeri dan pemberlakuan karantina yang lebih lama maka kekhawatiran kita terhadap penyebaran varian omicron dapat diantisipasi,” kata Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah kepada wartawan, Rabu (1/12/2021).

Menurut Said Abdullah, kita salama ini dicekoki informasi varian omicron lebih memiliki daya tular 500 persen lebih kuat dibanding varian delta. Padahal ini masih data simulasi belum data faktual sebagaimana hasil rekam medik.

Ketua Bidang Ekonomi DPP PDI Perjuangan ini berharap pemerintah tetap melaksanakan KTT G 20 secara fisik (offline).

Terkait agenda dalam KTT G20 di Bali, menurut Said, pemerintah perlu menekankan kepentingan nasional kita setidaknya ada tujuh poin:

1. Pertemuan KTT G 20 berkontribusi pada penguatan agenda kita untuk melakukan pemulihan ekonomi nasional dan global.

2. Menguatkan kerja sama global atas pasokan vaksin covid19, akses yang setara terhadap vaksin, dan menguatkan kemampuan kita dalam memproduksi vaksin covid19 didalam negeri.

Ketua Badan Anggaran DPR RI HM Said Abdullah menyampaikan tujuh poin atau catatan terkait pelaksanaan agenda KTT G 20 di Bali tahun 2022.