86 Jurnalis Dibunuh pada 2022, Dua Wilayah Ini Paling Mematikan

86 Jurnalis Dibunuh pada 2022, Dua Wilayah Ini Paling Mematikan
Para wartawan memegang bingkai foto mendiang jurnalis foto Margarito Martinez di luar markas besar kepolisian Tijuana, Meksiko, Senin (24/1/2022), ketika mereka melakukan aksi protes terhadap pembunuhan Margarito, juga jurnalis Lourdes Maldonado yang dibunuh dalam minggu yang sama. Foto: ANTARA/REUTERS/Jorge Duenes/tm

UNESCO melaporkan bahwa setengah dari jumlah jurnalis yang terbunuh pada 2022 itu justru terjadi ketika mereka sedang tidak bertugas. Para pekerja media itu dibunuh saat bepergian, di rumah mereka atau di tempat parkir dan tempat umum lainnya.

Kecenderungan tersebut menyiratkan bahwa tidak ada ruang aman bagi jurnalis bahkan saat waktu luang mereka.

Sementara jumlah jurnalis yang terbunuh di negara-negara konflik naik dari 20 orang pada 2021 menjadi 23 orang pada 2022.

Para jurnalis dibunuh karena berbagai alasan, termasuk pembalasan karena melaporkan kejahatan terorganisir, konflik bersenjata atau munculnya ekstremisme dan melakukan peliputan subjek sensitif seperti kasus korupsi, kejahatan lingkungan, penyalahgunaan kekuasaan, dan aksi protes.

Selain pembunuhan, jurnalis juga menghadapi beragam ancaman disertai kekerasan, mulai dari penghilangan paksa, penculikan, penahanan sewenang-wenang, dan kekerasan digital terutama kepada jurnalis perempuan. (ant/dil/jpnn)

UNESCO melaporkan sebanyak 86 jurnalis dan pekerja media dari seluruh dunia terbunuh pada 2022


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News