Senin, 21 Mei 2018 – 07:53 WIB

95 Tim dari 44 Perguruan Tinggi Ikut Kontes Robotik 2018

Sabtu, 12 Mei 2018 – 22:11 WIB
95 Tim dari 44 Perguruan Tinggi Ikut Kontes Robotik 2018 - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 95 tim dari 44 perguruan tinggi (PT) adu kemampuan di ajang KRI (Kontes Robotik Indonesia) 2018 tingkat regional II. Nantinya pemenang KRI 2018 regional II ini akan diuji tanding Juli mendatang untuk mendapatkan tiket ke jenjang kontes robotik tingkat dunia.

Menurut Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Intan Ahmad, setiap tahun pihaknya menyelenggarakan KRI untuk meningkatkan kualitas mahasiswa di era revolusi industri 4.0. Ada sekitar 326 tim dari regional I sampai IV yang ikut meramaikan KRI 2018.

"KRI regional I sudah dilaksanakan di Riau. Regional II di Jakarta tepatnya di Universitas Tarumanegara (Untar). Kenapa kami pilih Untar sebagai tuan rumah, karena sudah punya pengalaman menyelenggarakan KRI 2014," ungkap Intan saat membuka ajang final KRI 2018 regional II di Kampus Untar, Jakarta, Sabtu (12/5).

Dia optimistis, tim pemenang KRI 2018 yang akan berlaga di tingkat dunia bakal mengukir prestasi. Ini dilihat dari prestasi yang diukir mahasiswa Indonesa.

"Dua bulan lalu tim Indonesia dapat dua medali emas. Ajang ini dilaksanakan di Amerika dan diikuti 11 negara. Malah sebelumnya juara umum," bebernya.

Pada kesempatan sama, Rektor Untar Prof Agustinus Purna Irawan mengungkapkan, 44 perguruan tinggi baik negeri (PTN) maupun swasta (PTS) yang berlaga di KRI 2018 berasal dari Jawa bagian barat, Kalimantan bagian barat, dan Sulawesi.

Mereka berkompetisi di lima divisi yaitu Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Sepakbola Indonesia (KRSBI) Humanoid dan Kontes Robot Sepakbola Indonesia (KRSBI) Beroda.

"Penyelenggaraan dan keikutsertaan mahasiswa kami dalam KRI ini menunjukkan kesiapan Untar masuk dalam era revolusi industri 4.0," tandas Prof Agustinus. (esy/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar