Abdul Chair: Ahok Diberi Tempat Nyaman, Habib Rizieq Dibiarkan

Abdul Chair: Ahok Diberi Tempat Nyaman, Habib Rizieq Dibiarkan
Habib Rizieq Shihab. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Juru Bicara Habib Rizieq, Abdul Chair Ramadhan menilai, perlakuan negara terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berbeda dengan yang dialami Imam Besar FPI (Front Pembela Islam) itu.

Negara dianggap abai terhadap Habib Rizieq yang hingga saat ini belum bisa pulang ke tanah air. Sementara, Ahok yang merupakan mantan napi kasus penodaan agama diberikan tempat nyaman di kekuasaan.

Abdul Chair Ramadhan mengatakan, mestinya negara berupaya memulihkan hak-hak Habib Rizieq dengan mengembalikannya ke Tanah Air.

"Pada prinsipnya, perihal diangkatnya Ahok sebagai Komut Pertamina adalah terkait dengan kewenangan pemerintah, sedangkan perihal pemulangan Imam Besar Habib Rizieq dari pengasingan adalah tanggung jawab negara," kata dia kepada JPNN.com, Rabu (27/11).

Abdul Chair Ramadhan mengatakan, negara harus berpegang pada prinsip kesetaraan atas kepentingan pemenuhan hak asasi manusia. Namun, menurut Abdul, yang terjadi pada Habib Rizieq justru pengasingan secara politik.

Abdul lantas menagih janji Presiden Jokowi yang menyatakan perlindungan WNI di luar negeri penting sekali.

"Setiap warga negara adalah pemegang hak (right holder), sedangkan negara sebagai pemegang kewajiban dan tanggung jawab (duty holder)," jelas Abdul Chair Ramadhan. (tan/jpnn)

 

Juru Bicara Habib Rizieq, Abdul Chair Ramadhan, membandingkan nasib Ahok dengan Imam Besar FPI itu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News