ACFTA Sangat Merugikan Buruh

ACFTA Sangat Merugikan Buruh
ACFTA Sangat Merugikan Buruh
JAKARTA- Sekretaris  Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Timboel Siregar, menyatakan, Indonesia belum siap melaksanakan Asean-China Free Trade Agrement. Kesepakatan tersebut, sangat merugikan buruh di Indonesia.

Timboel mengatakan, kebijakan tersebut harus dikaji ulang oleh pemerintah, lantaran dampaknya adalah bertambahnya jumlah penangguran di Indonesia. Hal ini diungkapkan dalam diskusi “Pro-kontra ACFTA, is a win-win solution possible?” di Jakarta, Senin (22/2).

Timboel menyebut pemerintah tidak mempunyai terobosan kebijakan baru dalam sektor tenaga kerja. Kebijakan yang ada saat ini pun, masih dirasakan tidak memihak kepada para pekerja. Timboel menagaskan Mennakertrans belum tampak memetakan masalah-masalah buruh di lapangan dan merumuskan kebijakan yang tegas dan berpihak kepada nasib buruh.

 

Saat ini, katanya, telah terjadi deindustrialisasi di Indonesia. Dia sendiri pesimis terhadap program penguatan industri lokal, yang dicanangkan pemerintah. Dengan kebijakan perdagangan bebas tersebut, lanjutnya, dapat mengakibatkan berkurangnya pekerja formal. Sebanyak 39,4 juta pekerja formal yang ada saat ini, akan beralih sebagian menjadi keperja informal.

JAKARTA- Sekretaris  Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Timboel Siregar, menyatakan, Indonesia belum siap melaksanakan Asean-China

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News