Achmad Hafisz DPR Maknai HSN Sebagai Refleksi Peran Santri Merebut Kemerdekaan

Achmad Hafisz DPR Maknai HSN Sebagai Refleksi Peran Santri Merebut Kemerdekaan
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Achmad Hafisz Tohir. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Achmad Hafisz Tohir menyampaikan Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati setiap 22 Oktober merupakan refleksi sejarah atas peran santri dan ulama dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dia menegaskan HSN merujuk pada seruan jihad Pahlawan Nasional KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945.

“Perintah kepada umat Islam untuk berjihad melawan tentara sekutu yang ingin menjajah kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkap Hafisz dalam rilisnya yang diterima JPNN.com, Minggu (23/10).

Achmad menjelaskan tentara sekutu yang dimaksud adalah Inggris sebagai pemenang Perang Dunia II yang akan mengambil alih tanah bekas jajahan Jepang.

“Di belakang tentara Inggris ada pasukan Belanda yang ikut membonceng," papar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Hafisz menambahkan, aspek lain yang melatari penetapan HSN ini adalah pengakuan resmi Pemerintah Indonesia atas peran besar umat Islam dalam berjuang mempertahankan kemerdekaan NKRI.

"Ini sekaligus merevisi beberapa catatan sejarah nasional yang hampir tidak pernah menyebut peran ulama dan kaum santri,” beber legislator Dapil Sumsel itu. (mrk/jpnn)

Wakil Ketua BKSAP DPR Achmad Hafisz Tohir menyampaikan sejumlah makna HSN yang diperingati setiap 22 Oktober.