Ada Ancaman Ngeri, Warga AS Diminta Hati-hati

Ada Ancaman Ngeri, Warga AS Diminta Hati-hati
Anggota Al-Shabaab saat memamerkan peralatan militer di utara Mogadishu, Somalia 21 Oktober 2010. Foto: Mohamed Sheikh Nor/AP Photo

’’Ancaman terkini Al Shabab itu menjadi tanda bahwa kita telah memasuki babak baru dalam era terorisme global ini. Kelompok-kelompok semacam Al Shabab, ISIS, telah terang-terangan menyerukan kepada pengikut mereka untuk melancarkan serangan di negara masing-masing,’’ jelas Johnson. Karena itu, politikus 57 tahun tersebut merasa perlu melipatgandakan pengamanan dalam negeri.

Sabtu lalu Al Shabab menyebar ancaman audio visual melalui Twitter. Militan yang berafiliasi dengan Al Qaeda itu menyasar pusat perbelanjaan Barat. Di antaranya, AS, Kanada, Inggris, dan Prancis.

Semua mal yang dijadikan target adalah yang paling besar. Yakni, West Edmonton Mall di Kanada, kawasan Oxford Street di Inggris, serta Le Forum des Halles dan Les Quatre Temps di Prancis.

Al Shabab mengawali ancaman dengan cuplikan dokumenter serangan mematikan di Westgate Mall, Kota Nairobi, Kenya. Serangan pada September 2013 itu merenggut 67 nyawa. Setelah gambar-gambar mengerikan tersebut berlalu, muncul seorang militan berpenutup wajah. Dia lantas memaparkan rencana Al Shabab selanjutnya untuk menyerang mal-mal di AS, Kanada, Inggris, dan Prancis.

’’Jika segelintir mujahid (militan) saja bisa membuat Kenya tak berdaya selama hampir sepekan, bayangkan saja apa yang bisa para mujahid kami lakukan di pusat-pusat perbelanjaan Barat atau Amerika atau Yahudi di seluruh dunia,’’ papar militan yang muncul sebagai jubir dalam tayangan video berdurasi sekitar sejam tersebut. Selanjutnya, dia menyebut Mall of America, West Edmonton Mall, dan Oxford Street.

Di Minnesota, Al Shabab punya banyak pendukung dan simpatisan. Sebab, populasi masyarakat Somalia di negara bagian tersebut sangat banyak.

Bahkan tercatat sebagai yang terbanyak di AS. Sejak 2007, arus warga Minnesota yang pergi ke Somalia untuk berguru pada Al Shabab meningkat. Belakangan, sebagian warga Minnesota juga hijrah ke Syria untuk mendukung aksi keji ISIS.

Namun, warga AS yang mendengar tentang ancaman Al Shabab justru seolah tidak peduli pada kegusaran pemerintah. Mary Lamminen, misalnya. Penduduk St Paul itu tetap melanjutkan rencananya untuk berbelanja di Mall of America tanpa gentar sedikit pun.

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) tak mau menyepelekan ancaman Al Shabab. Pada Minggu waktu setempat (22/2), Departemen Keamanan Dalam Negeri

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News