Ada Kejadian Memilukan di Depan Kantor Anies Baswedan, Suara Nurweni Bergetar

Ada Kejadian Memilukan di Depan Kantor Anies Baswedan, Suara Nurweni Bergetar
Warga Blok Limbah, Blok Empang, dan Blok Eceng di Muara Angke, Jakarta Utara mendatangi kantor Anies Baswedan, Selasa (22/2). Foto: Ryana Aryadita/JPNN.com

Menurut dia, kebutuhan air minum dan masak satu keluarga per hari mencapai Rp 13.000, sementara air untuk mandi dan mencuci sebanyak Rp 25.000 tiap hari.

Bila dikalkulasikan, satu keluarga bisa menghabiskan biaya Rp 1,14 juta per bulan hanya untuk air bersih.

“Masa kami dipaksa kaya, Pak. Kami satu hari kan kebutuhan minimal tiga pikul yang harganya 15 ribu, coba dikali 30, berapa kalau satu tahun,” kata dia.

Menanggapi hal itu, Afan mengatakan BUMD PAM Jaya sudah merencanakan penempatan kios air untuk pemenuhan kebutuhan air bersih warga Muara Angke pada tahun ini.

"PDAM tahun ini akan membangun kios air. Lokasi yang ada di kampung ini ada tiga kampung kan? Blok Empang, Blok Limbah, Blok Eceng, itu sudah masuk dalam program yang akan dikerjakan PDAM pada tahun ini," jelas Afan.

Nurweni lalu menyanggah jawaban Afan dan meminta kepastian mengenai waktu resminya kios air mulai tersedia di tempat mereka.

"Kalau kami harus menunggu lama, terus minum harus air apa, Pak? Kami sudah minum air tanah, air kali. Pak, kami minta keputusan bulan dan tanggalnya," kata Nurweni.

Afan belum bisa menyebut waktu pasti kios air akan dipasang. Namun, Afan menjamin dirinya akan meminta PAM Jaya mempercepat proses tersebut.

Warga Blok Limbah, Blok Empang, dan Blok Eceng mendatangi kantor Gubernur Anies Baswedan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News