Ada Pesan Telegram dari ISIS Sebelum Teror di London

Peneror

Ada Pesan Telegram dari ISIS Sebelum Teror di London
Salah satu pelaku teror di London tergeletak setelah ditembak mati oleh polisi Inggris. Foto: Daily Mail/Instagram/fried_chicken

jpnn.com, LONDON - Sedikitnya enam orang tewas dan 48 orang luka-luka akibat serangan teror di dua lokasi kondang di London, Inggris, Sabtu (3/6) malam waktu setempat. Dua lokasi itu adalah London Bridge dan Borough Market.

Sekawanan teroris menyerang pejalan kaku dengan menggunakan mobil van putih. Peneror melajukan mobilnya dengan kecepatan melebihi 50 mil per jam untuk melibas trotoar di London Bridge.

Tak lama setelah aksi itu, sekawanan teroris juga mulai menyerang dan menusuk orang-orang di pusat kuliner di Borough Market. Beberapa warga yang menjadi korban dalam serangan itu mengaku sudah melempar gelas dan kursi untuk mempertahankan diri.

“Orang-orang itu mengatakan ‘ini untuk Allah' sembari meninggalkan mobil dan menyerang para korban,” ujar saksi bernama Eric Seguenzo.

Polisi bersenjata yang berada di tempat kejadian langsung melumpuhkan pelaku. Tiga penyerang yang disebut berasal dari kawasan Mediterania langsung tewas di tempat.

Laman Mirror mengabarkan, kelompok Islamic State (ISIS) sebelumnya mengirim seruan kepada pengikutnya melalui layanan pesan singkat Telegram untuk melancarkan serangan dengan truk, pisau dan senjata. Seruan itu sebagai upaya melawan "Tentara Salib" selama bulan suci Ramadan.

Pesan itu datang beberapa jam sebelum serangan mobil van putih ke pejalan kaki dengan kecepatan tinggi di London Bridge. Kejadian itu menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai hampir 50 orang.

Asisten Direktur Operasional Ambulans London Peter Rhodes mengatakan, pihaknya membawa 48 korban ke lima rumah sakit di ibu kota Inggris itu serta merawat beberapa lainnya di tempat kejadian.

Sedikitnya enam orang tewas dan 48 orang luka-luka akibat serangan teror di dua lokasi kondang di London, Inggris, Sabtu (3/6) malam waktu setempat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News