Ada Proyek Underpass di Simpang Empat Kentungan, Sabar ya

Ada Proyek Underpass di Simpang Empat Kentungan, Sabar ya
Antrean kendaraan mengular di Simpang Empat Kentungan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (12/1). Proyek Underpass Kentungan dimulai Senin (14/1). Foto: ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA/JPNN.com

jpnn.com - Kemacetan sulit dihindari terjadi di Simpang Empat Kentungan, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY, selama pelaksanaan proyek underpass. Ya, demi kelancaran arus lalu lintas di titik tersebut masyarakat harus rela menghadapi kemacetan parah lebih dahulu. Hingga proyek underpass benar-benar tuntas.
--
Warga Jogjakarta harus membiasakan diri. Mencari jalan-jalan ‘tikus’ untuk menghindari kemacetan di Simpang Empat Kentungan. Terutama di jam-jam sibuk. Pagi dan sore. Saat jam keberangkatan dan pulang sekolah atau kerja. Mulai Senin (14/1), setidaknya hingga setahun ke depan.

Khususnya pengendara kendaraan bermotor dari arah selatan (Jalan Kaliurang) ke utara. Atau ke timur (Condongcatur/Maguwoharjo). Demikian pula pengendara dari utara ke selatan atau ke barat (Monjali/Jombor). Juga pengendara dari barat ke selatan. Dan pengendara dari timur ke utara.

Prinsipnya, selama pembangunan underpass berlangsung Simpang Empat Kentungan masih bisa dilalui kendaraan. Pelaksana proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan sedikit ruang. Masing-masing selebar tiga meter. Hanya untuk satu lajur. Di bagian barat dan timur persimpangan. Baik di ruas sisi selatan maupun utara jalan.

Kasi Manajemen Lalu Lintas, Dinas Perhubungan DIJ Bagas Seno Aji menyatakan, proyek underpass tak akan berpengaruh pada rute kendaraan angkutan umum, khususnya Transjogja. Meski sangat mepet badan Transjogja tetap bisa melintasi jalan ekstensi selebar tiga meter yang disediakan pelaksana proyek underpass. “Bus berbadan besar wajib putar balik lewat rute alternatif,” tegasnya, Minggu (13/1).

Bus besar tujuan Magelang dari arah timur disarankan melintas di jalur alternatif dari Proliman, Kalasan. Mengambil rute Cangkringan, Pakem, Turi, dan Tempel. Sedangkan bus tujuan Kulonprogo bisa lewat jalur Prambanan – Piyungan. Atau melalui Flyover Janti di Ring Road Barat. Sementara pengendara dari arah barat ke timur diimbau lewat Ring Road Selatan dari Simpang Tiga Gamping.

"Untuk Bus Damri yang biasa mengitari ring road bersifat evaluatif. Karena ukurannya cukup besar. Bisa dialihkan juga rutenya,” ungkapnya.

Bagas memastikan, selama proyek underpass pelayanan transportasi publik tetap jalan. Khusus Transjogja, hanya dilakukan pergeseran halte yang ada di sekitar Kentungan. Itu demi kenyamanan calon penumpang. Halte digeser sedikit lebih jauh dari lokasi proyek. Khususnya halte di sisi timur simpang empat. “Digeser lebih ke timur,” katanya.

Meski tak ada rencana pemindahan rute, lanjut Bagas, trayek Transjogja berlaku evaluatif. Tergantung tahapan pembangunan underpass. Rute bisa diubah, namun tak akan bergeser jauh dari jalur semula.

Dampak proyek underpass di Simpang Empat Kentungan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta, dipastikan memicu kemacetan parah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News