JPNN.com

Adian Napitupulu Menyentil 6 Menteri, Ada Apa Mas Bro?

Senin, 24 Februari 2020 – 16:07 WIB Adian Napitupulu Menyentil 6 Menteri, Ada Apa Mas Bro? - JPNN.com
Anggota DPR dari PDI Perjuangan Adian Napitupulu. Foto: M Fathra Nazrul/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu meminta sejumlah menteri turun ke bawah untuk melihat langsung potensi karya seni budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Adian meyakini ada banyak karya seni yang dihasilkan anak bangsa bernilai jual tinggi. Asalkan mampu menembus pasar mancanegara.

Nama-nama menteri yang diminta Adian turun ke bawah antara lain Menteri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama; Menteri BUMN Erick Thohir; Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Bro Teten, Bro Wishnutama, Bro Erick Thohir, menteri terkait, menteri perdagangan, menteri luar negeri, saya minta kita turun ke bawah lihat potensi-potensi wisata seni budaya yang berkembang di Indonesia," ujar Adian dalam sebuah rekaman video yang diterima jpnn.com, Senin (24/2).

Dalam rekaman video tersebut, anggota DPR ini terlihat berada di sebuah ruang pamer karya-karya seni. Ia menyebut sedang berada di Kasongan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Saya ada di Kasongan, Yogya. Saya berpikir di Aceh, Papua, Kalimantan, Sulawesi, Sumbar, ada potensi yang sama dikembangkan. Negara harus ikut campur, harus berpihak memodali mereka, mengajarkan mereka dan memasarkannya," ucap Adian.

Aktivis 98 ini juga berharap sejumlah kedutaan besar Indonesia di berbagai negara ikut ambil bagian, mengembangkan potensi karya seni anak bangsa. Caranya, dengan menyediakan tempat untuk memasarkan produk-produk karya seni yang ada.

"Saya berpikir bagaimana di setiap kedutaan besar Indonesia punya tempat untuk memasarkan produk-produk seni seperti ini. Itu jauh lebih bermanfaat, berguna, dibandingkan berbicara yang kontroversial dan tidaj perlu. Salam hormat saya, merdeka," pungkas Adian Napitupulu. (gir/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...