Minggu, 26 Mei 2019 – 00:33 WIB

Aditya Fernanda Incar Gadis 17 Tahun lewat Medsos, Ngeri!

Rabu, 12 September 2018 – 07:52 WIB
Aditya Fernanda Incar Gadis 17 Tahun lewat Medsos, Ngeri! - JPNN.COM

Setelah dijemput, korban yang tadinya diiming-imingi menjadi model pemotretan ikut saja ke mana arah mobil tersebut. Hingga mereka sampai di parkiran mobil di Pantai Ria Kenjeran, Surabaya. Di sana, bukannya difoto seperti yang dijanjikan, korban malah ditodong pisau dan akhirnya terjadi aksi perkosaan.

Setelah selesai melampiaskan nafsu bejatnya, tersangka juga merampas ponsel milik korban. “Korban saat itu diturunkan di wilayah Jagir. Korban pulang, kemudian melaporkannya ke kami,” tutur AKBP Antonius.

Usai kejadian tersebut, tersangka kembali mencari mangsa dengan cara yang sama yakni menyebar DM di instagramnya. Hingga akhirnya pada 8 September 2018 pelaku berhasil membuat korban RR,15, yang masih duduk di bangku SMA ini tertarik.

Untuk korban kedua ini tersangka menjemput korbannya di salah satu mal di Jl Ahmad Yani, Surabaya. Kemudian, korban dibawa ke Pantai Ria Kenjeran. Di lokasi ini, lagi-lagi tersangka melakukan aksi bejatnya. Untuk korban kedua ini, tersangka sempat memberi pil perangsang berupa permen.

Saat hendak melakukan aksi biadabnya, korban berontak dan mengancam berteriak, hingga membuat tersangka mengurungkan niatnya. Korban tidak jadi diperkosa tapi hanya dirampas ponselnya.

Pihak Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak ini kembali memburu dua orang teman tersangka yang diduga ikut serta dalam kejahatan tersebut. Sebab berdasarkan keterangan pelaku, ada dua temannya yang ikut serta membantu aksinya.

Selain mengejar tersangka lain, polisi juga masih menyelidiki isi ponsel milik tersangka. Diduga masih ada lagi korban kejahatan tersangka ini. “Beberapa file sudah dihapus dan dihilangkan jejaknya namun kami masih melakukan forensik terhadap ponsel tersangka ini,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa tersangka bukan fotografer seperti yang diakuinya pada korban. Ia kesehariannya bekerja sebagai sopir. Namun, untuk dijadikan modus dan menyakinkan korbannya ia mengaku sebagai fotografer.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar