Aduh! Kawasan Permukiman Masih Kurang Patuh Pakai Masker dan Jaga Jarak

Aduh! Kawasan Permukiman Masih Kurang Patuh Pakai Masker dan Jaga Jarak
Komunitas Aku Badut Indonesia (ABI) melakukan aksi untuk mengampanyekan pemakaian masker di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menyebut wilayah permukiman menjadi lokasi yang rendah kepatuhan memakai masker selama sebulan belakangan.

Dia menduga kepercayaan diri yang berlebihan tidak akan tertulari Covid-19, membuat warga di permukiman kurang patuh memakai masker.

"Kepatuhan rendah ada di permukiman. Bisa jadi karena mereka merasa kanan kiri aman, tetangga sehat. Itu harus dievalusi," kata Dewi dalam diskusi daring yang disiarkan BNPB Indonesia di YouTube, Rabu (13/7).

Menurut alumnus Universitas Indonesia itu, selain permukiman, tempat wisata juga masih rendah kepatuhan memakai masker.

Dia pun berharap temuan ini menjadi perhatian semua pihak.

"Kalau soal menggunakan masker titik lemahnya ada di permukiman. Kedua ada di tempat wisata. Ketiga adalah restoran atau kafe," ujar Dewi.

Selanjutnya, kata wanita kelahiran Jakarta itu, kawasan permukiman juga tercatat menempati peringkat teratas tentang kurangnya kepatuhan menjaga jarak.

"Kemudian diikuti tempat wisata, kemudian restoran dan kedai," beber Dewi.

Dewi Nur Aisyah menyebut wilayah permukiman menjadi lokasi yang rendah kepatuhan memakai masker selama sebulan belakangan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News