Ahok Ingin Ganti Investor Monorel

Ahok Ingin Ganti Investor Monorel
Ahok Ingin Ganti Investor Monorel

jpnn.com - JAKPUS - Gubernur Basuki Tjahaja Purnama mengklaim tengah mencari investor baru untuk melanjutkan proyek monorel. Sebab, PT Jakarta Monorail (JM) yang awalnya terpilih untuk mengerjakan proyek Rp 15 triliun itu dianggap Ahok, begitu dia disapa, gagal memenuhi persyaratan yang diajukan. 

''Kami sedang mencari pengembang yang benar-benar serius dan mampu mengerjakan monorel,'' ujarnya di balai kota kemarin (12/12). Mantan bupati Belitung Timur tersebut menyatakan, PT JM tidak mampu melaksanakan keinginan pemprov. ''Saya menolak mereka (PT Jakarta Monorail) karena secara teknis nggak bisa memenuhi (kemauan) kami,'' tegasnya. 

Beberapa poin perjanjian kerja sama (PKS) yang gagal dipenuhi, di antaranya, jaminan bank 30 persen dari nilai proyek. Jika total proyek Rp 15 triliun, pemprov menuntut PT JM agar menyediakan jaminan Rp 4,5 triliun. Hingga November lalu, PT JM tidak bisa membuktikan jika mereka mempunyai modal tersebut. ''Mereka maunya 1 persen (dari nilai proyek). Kami nggak bisa dong, enak aja,'' katanya.

Poin lain yang tidak bisa dipenuhi PT JM adalah pemindahan depo monorel di Setiabudi, Jakarta Selatan, dan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mereka ngotot membangun depo di kawasan tersebut. Padahal, pemprov menginginkan mereka agar mencari lokasi lain karena pembangunan depo di dua kawasan itu bisa mengakibatkan kemacetan parah.

Apalagi, pembangunan depo di kawasan tersebut bertabrakan dengan konsep tata ruang yang dikembangkan pemprov. ''Kami telah menganalisis (pembangunan depo di Tanah Abang dan Setiabudi, Red). Keputusannya, kami meminta mereka untuk mencari lokasi lain. Tetapi, mereka nggak sanggup,'' ungkapnya.

Saat disinggung soal nama investor yang akan menjadi mitra pemprov, Ahok menyatakan masih menunggu pengembang yang tepat. Dia membuka diri terhadap perusahaan lain yang sanggup mengerjakan proyek tersebut. Pihaknya juga membantah isu bahwa pemutusan kerja sama dengan PT JM disebabkan adanya perusahaan titipan. ''Prinsipnya, kalau perusahaan mampu, kami tentu mempertimbangkannya (untuk mengerjakan),'' ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT JM Sukmawati Syukur mengatakan, penilaian Ahok terhadap PT JM tidak bisa diterima akal sehat. Pernyataannya yang kerap menjelek-jelekkan PT JM tidak lagi menunjukkan sikap profesional mitra kerja. Bahkan, cemooh Ahok itu terkesan menyerang pribadi investor PT JM. "Sepertinya, dia (Ahok) sengaja menjelek-jelekkan Pak Edward Soeryadjaya (pemilik saham mayoritas PT JM) di media. Ini gaya preman, bukan pemimpin," paparnya kemarin (12/12).

Serangan Ahok yang bertubi-tubi itu tentu berdampak negatif terhadap citra perusahaan. Ahok telah menurunkan kepercayaan masyarakat kepada PT JM. Menurut Sukmawati, tidak mustahil saat ini manajemen PT JM mengumpulkan bukti-bukti serangan Ahok untuk menggugat Pemprov DKI. ''Biarkan saja. Kami jadi punya banyak bahan untuk menuntut secara hukum nanti,'' tambahnya. (fai/bad/oni/c15/any) 


JAKPUS - Gubernur Basuki Tjahaja Purnama mengklaim tengah mencari investor baru untuk melanjutkan proyek monorel. Sebab, PT Jakarta Monorail


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News