Ahok Resmi Dilaporkan ke Polda Metro, Pelapor Minta Rp 100 Miliar

Ahok Resmi Dilaporkan ke Polda Metro, Pelapor Minta Rp 100 Miliar
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. FOTO: dok/jpnn.com

jpnn.com - JAKARTA - Yusri Isnaeni, 32, seorang warga yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama akhirnya menyambangi markas Polda Metro Jaya. Tujuan kedatangannya adalah untuk melaporkan Ahok, sapaan Basuki Thahja Purnama. Dia didampingi oleh Advokasi Pendidikan Jakarta Utara, Alexander Fahlevi dan Gerakan Masyarakat Peduli Anti Narkoba, Muhammad M Nur. 

Yusri merasa dirinya dilecehkan oleh perkataan Ahok saat hendak mempertanyakan perihal Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk anaknya. "Saat itu saya ingin mempertanyakan langsung kepada Ahok tentang KJP, kenapa saat saya ingin belanja seragam sekolah puntuk saat anak saya dipersulit. Dengan alasan bank DKI lagi Offline," beber Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/12)

Tak hanya itu, Yusri dituding sebagai maling sambil ditunjuk-tunjuki oleh Ahok. Oleh karenanya Yusri juga melaporkan Ahok ke Komnas Perempuan dan Komnas HAM.

Sementara itu, Alexander perwakilan dari Advokasi Pendidikan Jakarta Utara menuntut Ahok sebesar Rp 100 Miliar sebagai ganti rugi. 

Sebab, karena dituding maling oleh Ahok, para tetangganya Yusri ikut mencemooh Yusri dengan meneriaki maling.

"Anaknya pun terkena dampak psikologis karena diejek disekolah sampai tidak mau sekolah, untung dibujuk ibunya akhirnya mau sekolah lagi," tegas Alexander.

Alexander juga menuntut Ahok agar meminta maaf secara terbuka dan dihadapan media. Dengan begitu, nama citra Yusri di mata masyarakat bisa baik kembali. (Mg4/jpnn)

JAKARTA - Yusri Isnaeni, 32, seorang warga yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama akhirnya menyambangi


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News