Aksi Marinir Indonesia yang Stupid Crazy VS Gengster Pelabuhan (2/habis)

Aksi Marinir Indonesia yang Stupid Crazy VS Gengster Pelabuhan (2/habis)
Pamflet propaganda capaian Operasi Tertib.

Perwakilan Dasaad Musin Concern, pengusaha pelabuhan pun menyatakan, setelah Operasi Bersih, gengster telah lenyap dari pelabuhan, urusuan dokumenten yang dulunya dipersukar, sudah dipermudah sehingga penyaluran barang pun lancar.

Pendapatan Naik

Setelah Tanjung Priok, Operasi Tertib dilaksanakan di Tanjung Perak, Surabaya. Hasilnya, "banyak veem-veem liar yang dihabisi riwayatnya dan beberapa pejabat tinggi terpaksa ditahan atau diretool," dicuplik dari majalah Jalasveva Jayamahe, akhir 1960. 

Pelabuhan-pelabuhan lain menyusul dirapikan. Kapal-kapal asing yang lihai dalam urusan penyelundupan pun kena jaring Operasi Tertib.

Dalam hal menjelundup dan lain praktijk malverasi memang mereka lihai, hanja kalau tergelintjir sedikit bisa masuk tahanan. Berpuluh-puluh kapal telah dikenakan tahanan atau penyitaan atau varend beslag. Peristiwa2 kapal south breeze, north breeze, danakil, lamboto, lawak, papeira dll masih terang dalam ingatan kita, belum lagi nama-nama kapal yang tak pernah diumumkan.

Adapun jumlah pejabat resmi maupun tidak yang terpaksa ditahan dan diperiksa oleh kejaksaan AL, Tanjung Priok 90 orang, Tanjung Perak 50 orang, Belawan 30 orang, Palembang, 30 orang, Makasar 10 orang.

Di Tarakan, Kalimantan yang ditahan sebanyak 100 orang. Selain pejabat resmi, kebanyakan penyelundup. Jumlah ini terus bertambah sehingga penjara menjadi sesak. 

"Dengan tidak menghiraukan cacian, ancaman maupun suapan. Tidak ada waktu untuk itu semua. Tak peduli yang harus diperiksa seorang pegawai tinggi tingkat F-8 atau si pelayan, semua dianggap sama," tandas Srijono. 

MULANYA Menteri Distribusi Kabinet Kerdja rezim Soekarno, Dr. Leimena hanya menugaskan ALRI untuk melancarkan distribusi sandang pangan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News