Aksi Marinir Indonesia yang Stupid Crazy VS Gengster Pelabuhan (2/habis)

Aksi Marinir Indonesia yang Stupid Crazy VS Gengster Pelabuhan (2/habis)
Pamflet propaganda capaian Operasi Tertib.

"Membuat daftar keadaan yang serba abnormal (di pelabuhan) tidak akan ada habis-habisnya," ungkap Srijono.

Sapu Bersih

Angkatan Laut pun beraksi. Konsekuensinya, sebagaimana dikisahkan Srijono, surat-surat kaleng berdatangan. Tak terhitung jumlahnya. Surat-surat itu disertai ancaman-ancaman yang mengerikan. Ada pula yang ditulis dengan darah. Akan tetapi semua itu dianggap angin lalu. 

Setelah beberapa bulan, rupanya pihak petjcoleng merasa capai bertempur dengan jangka panjang dan sedikit demi sedikit hampir lenyaplah mereka.

Dalam hal ini tidak bisa dilupakan nama Major Koesoemobroto yang sejak awal Operasi Tertib dengan gigih mempertahankan ketertiban di Pelabuhan Tanjung Priok. Juga Bambang Soenarto, prajurit KKO yang dengan kemampuannya mampu mengusir kaum pencoleng dari Tanjung Priok yang jumlahnya kurang lebih 2000 orang.

Alhasil, ketika meninjau pelabuhan Tanjung Priok, Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang ketika itu menjabat Ketua Bapekan, menyatakan kepuasannya.

Mr. Harsono, Wakil Direktur Pelni berkomentar, statistik pencurian di pelabuhan-pelabuhan turun dengan meloncat; kapal-kapal datang dan berangkat pada waktunya; pengiriman-pengiriman barang-barang berjalan lancar tanpa intervensi dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. 

Kolonel Maradjie dari Kementerian Keamanan menyatakan Operasi Tertib telah berhasil mencapai 80% dari tujuannya, yaitu mengembalikan kewibawaan para petugas di pelabuhan-pelabuhan.

MULANYA Menteri Distribusi Kabinet Kerdja rezim Soekarno, Dr. Leimena hanya menugaskan ALRI untuk melancarkan distribusi sandang pangan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News