Alasan Mengapa Menutup Sekolah di Tengah Wabah Corona Bisa Berbahaya

Alasan Mengapa Menutup Sekolah di Tengah Wabah Corona Bisa Berbahaya
Sebagian Pemerintah Provinsi di Indonesia memutuskan meliburkan sekolah mulai hari Senin (16/03). (Supplied:https://www.flickr.com/photos/mariskar/)

"Pemprov DKI memutuskan untuk menutup semua sekolah di lingkungan provinsi DKI dan akan melakukan proses belajar mengajar melalui metode jarak jauh," kata Anies di Balairung Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu (14/03).

Keputusan yang sama juga diambil Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ganjar meliburkan seluruh jenjang pendidikan dari TK sampai SMA, tetapi sebagai gantinya proses belajar mengajar dilakukan secara online.

Berbeda dengan DKI Jakarta, Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA tetap akan dilakukan sesuai jadwal.

"Sekolah yang tidak ujian semua libur, dua minggu ya, KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) libur 2 minggu, diganti secara online, yang ujian di luar Solo masih berjalan," kata Ganjar di kantornya, Semarang, Sabtu (14/03).

Selain Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Tengah, provinsi lain yang diketahui meliburkan sekolahnya adalah Provinsi Banten, Jawa Barat, dan Aceh.

Alasan Australia belum meliburkan sekolah

Banyaknya negara yang sudah meliburkan sekolah membuat para orangtua di Australia meminta Pemerintah untuk melakukan kebijakan yang serupa yang sampai hari ini tidak diberlakukan di Australia.

"Kepada semua orangtua, saya mengerti bahwa ini adalah masa-masa yang mengkhawatirkan, tetapi mereka harus merasa lega karena Australia memiliki ahli medis terbaik di dunia, dan kami bekerja sama serta bertindak sesuai dengan arahan dari para ahli ini," kata Menteri Pendidikan Dan Tehan.

Wabah virus corona di Indonesia menyebabkan sebagian Pemerintah Provinsi memutuskan untuk menutup sekolah selama dua pekan

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News