JPNN.com

Alhamdulillah, Korban Longsor-Banjir Bogor Menempati Hunian Sementara

Senin, 06 Juli 2020 – 21:23 WIB
Alhamdulillah, Korban Longsor-Banjir Bogor Menempati Hunian Sementara - JPNN.com
Bupati Bogor Ade Yasin bersama Mensos Juliari Batubara saat hadir dalam peresmian huntara di Desa Kiarapandak Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Senin (6/7). Foto: ANTARA/M Fikri Setiawan

jpnn.com, BOGOR - Bupati Bogor Ade Yasin meresmikan 1.753 unit hunian sementara (huntara) untuk para pengungsi korban bencana longsor dan banjir bandang di empat kecamatan Kabupaten Bogor.

"Huntara yang sudah selesai dibangun dan diserah terimakan pada kesempatan ini total berjumlah 1.753 unit, dengan rincian 1.713 unit berada di Kecamatan Sukajaya dan 40 unit di Kecamatan Leuwisadeng," ujarnya saat meresmikan secara simbolis di Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, Senin.

Ade Yasin menerangkan, khusus di Kecamatan Sukajaya, huntara berukuran 6 x 3 meter denga harga Rp11 juta perunit itu dibangun di tiga titik, yaitu Desa Cileuksa, Desa Pasir Madang, dan Desa Kiarapandak. Sementara di Kecamatan Leuwisadeng terpusat di satu titik.

Menurutnya, bencana yang terjadi di Kecamatan Sukajaya, Cigudeg, Nanggung dan Leuwisadeng itu berdampak pada 2.867 keluarga. Tapi, ada sebanyak 1.114 keluarga yang tidak meminta huntara, melainkan menginginkan langsung hunian tetap (huntap).

"Sebanyak 1.114 KK yaitu, di wilayah Kecamatan Nanggung sebanyak 852 KK dan Kecamatan Cigudeg sebanyak 262 KK meminta langsung untuk dibuatkan hunian tetap," terang Ade Yasin.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor sudah menyediakan lahan di dua lahan bekas perkebunan kelapa sawit di Desa Urug Kecamatan Sukajaya dan Desa Sukaraksa Kecamatan Cigudeg untuk dibangun huntap oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kini, progresnya sedang dalam tahap lelang proyek.

Sementara itu, Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Agus Subiyanto di tempat yang sama menyebutkan bahwa pembuatan huntara itu dikerjakan oleh anggota TNI dengan memakan waktu sekitar dua bulan.

"Dilaporkan oleh Bapak Danrem lama (Brigjen TNI Novi Helmy Prasetya) bahwa di sini masih ada pengungsi, lalu kami koordinasi dengan bupati. Pada 20 Mei 2020 yang lalu kita memulai pembangunan, sekarang persemian secara simbolis," terangnya saat memberikan sambutan.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
rama