Ambisi Risma, Surabaya Menuju Kota Wisata Kesehatan

Ambisi Risma, Surabaya Menuju Kota Wisata Kesehatan
LEBIH LEBAR: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat melihat kondisi Jalan Sidotopo Wetan setelah dibangun Box Culvert. Ilustrasi by: Satria/Radar Surabaya

Namun, Risma yakin peralatan dan infrastruktur kesehatan di Surabaya sudah cukup mumpuni untuk memenuhi syarat tersebut.

“Tapi kembali lagi, itu semua harus didukung pelayanan yang ramah. Bila kita layani dengan baik, senyum dan sabar, maka orang akan senang dan kembali lagi. Ayo berikan yang terbaik dari diri kita,” sambungnya.

Menyambut imbauan wali kota tersebut, institusi pelayanan kesehatan di Surabaya siap untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Di antaranya dengan memberikan akses berobat yang mudah kepada masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk membiasakan hidup sehat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengaku bahwa SHS digelar memang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di masyarakat.

Dalam SHS 2017, Dinkes mengusung tema Surabaya Sehat Melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan.

“Jadi untuk konsep SHS tahun ini, lebih kepada gerakan masyarakat hidup sehat. Karenanya, selama Mei ini, akan ada seminar untuk masyarakat awam terkait penyakit yang tidak menular,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Febria, institusi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium hingga apotek, diharapkan semakin meningkatkan pelayanan. Salah satu bentuk pelayanan adalah dengan memberikan pelayanan berharga khusus.

Diskon yang diberikan dalam SHS ini beragam mulai dari 10-15 persen. “Harapannya, semakin banyak masyarakat dari luar kota atau luar pulau bahkan mancanegara yang datang berobat ke Surabaya,” papar wanita yang akrab disapa Fenny ini.

Rangkaian acara Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-724 dimulai dengan gelaran Surabaya Health Season (SHS) sebagai pembuka.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News