Amerika Disarankan Bersiap Memakir Senjata Nuklir di Korsel

Amerika Disarankan Bersiap Memakir Senjata Nuklir di Korsel
Bomber alias pesawat pengebom B-52 milik Amerika Serikat. Pesawat buatan Boeing ini dilengkapi kemampuan menjatuhkan bom nuklir. Foto: Robert ATANASOVSKI / AFP

Sebagai gantinya, laporan itu menyarankan AS untuk mendukung peningkatan kemampuan pertahanan konvensional Korsel, termasuk dengan mengerahkan unit pertahanan rudal THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) ke Korsel jika perlu.

"Tujuan kebijakan akhir adalah untuk mencapai denuklirisasi yang lengkap dan tidak dapat diubah. Meskipun mungkin ada langkah sementara selama prosesnya, kedua sekutu harus berusaha mencapai tujuan akhir ini," kata Komisi CSIS.

Oleh karena itu, laporan tersebut merekomendasikan AS dan Korsel untuk bersiap dengan kembalinya Korut ke meja perundingan.

"AS dan Korsel harus terus menyatakan kesediaan untuk berdiskusi dengan Korut. Ini bisa mencakup penyampaian komunikasi gabungan melalui utusan senior yang mengindikasikan kesiapan untuk berdiskusi tanpa prasyarat," katanya.

Komisi tersebut juga menekankan perlunya AS untuk mempertimbangkan penunjukan "perwakilan khusus purna waktu untuk Korut."

Laporan itu menyatakan bahwa "meski tidak ada negosiasi, utusan tersebut dapat mengoordinasikan kemungkinan peta jalan untuk denuklirisasi Korut di antara para pemangku kepentingan utama di Washington, Seoul dan Tokyo."

Saat ini, Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Kim juga menjabat sebagai utusan khusus AS untuk Korut.

Rekomendasi lain untuk kebijakan terhadap Korut dan perluasan langkah pencegahan AS-Korsel termasuk meningkatkan penegakan sanksi terhadap Korut, memperkuat kerja sama trilateral AS-Korsel-Jepang dan meningkatkan dukungan untuk hak asasi manusia di Korut. (ant/dil/jpnn)

CSIS mengusulkan masing-masing enam rekomendasi untuk kebijakan mengenai Korut dan perluasan upaya pencegahan Amerika Serikat di Semenanjung Korea


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News