AMG Kukuhkan Diri Sebagai Perusahaan Media Berbasis Teknologi

AMG Kukuhkan Diri Sebagai Perusahaan Media Berbasis Teknologi
AMG (Alternative Media Group) menghadirkan programmatic DOOH (pDOOH) untuk melengkapi media luar ruang digitalnya di gedung-gedung perkantoran premium di Jakarta. Foto dok AMG

jpnn.com, JAKARTA - Alternative Media Group (AMG) memperbarui pilar bisnisnya yang menjadi dasar pengembangan produk dan layanannya yaitu meliputi D/OOH, Ad Tech dan Creative Experience.

Semangat transformasi tertuang dalam tagline perusahaan, AMGVERSE, From Screens to The Vast Media Universe.

“Pandemi yang terjadi beberapa tahun silam kami optimalkan untuk mengakselerasi transformasi perusahaan, baik dengan inovasi teknologi maupun melakukan berbagai bentuk kolaborasi dengan perusahaan global guna menegaskan posisi AMG sebagai perusahaan media berbasis teknologi dan data, atau kami menyebutnya AMG 5.0,” ujar Davy Makimian, CEO sekaligus pendiri AMG.

Berdasarkan studi global yang dilakukan Kantar Millward Brown, di media luar griya (OOH) merupakan format iklan terfavorit di kalangan milenial dan gen Z.

Sebagai digital native, 63% dari mereka memasang ad blocker di gadget-nya untuk menghindari iklan online karena dianggap mengganggu.

Sebaliknya kelompok demografi ini dapat menerima iklan OOH dalam kondisi terbaiknya, bahkan sebagai pengalih perhatian yang menarik.

Kondisi terbaik sebuah iklan yang dimaksud adalah ketika penggarapan kreatif iklan OOH menawarkan materi kreatif iklan yang kuat, relevan, lucu, atau menciptakan kisah yang menarik dan mempersonalisasikan pengalaman unik.

Di sinilah peran inovasi teknologi content management system (CMS) pada OOH dibutuhkan untuk mendukung dan memberi keleluasaan kreativitas serta kemampuan kepada brand/pengiklan dalam mewujudkan hal tersebut.

AMG meyakini bahwa kreativitas dan inovasi teknologi memainkan peranan kunci dalam meningkatkan peran konten.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News