Sabtu, 20 Juli 2019 – 10:10 WIB

Amien Rais Dipolisikan, Wasekjen PAN: Kasihan Poldanya

Minggu, 15 April 2018 – 21:58 WIB
Amien Rais Dipolisikan, Wasekjen PAN: Kasihan Poldanya - JPNN.COM

Saleh P Daulay. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh P Daulay merespons langkah kelompok Cyber Indonesia melaporkan Amien Rais ke Polda Metro Jaya gara-gara berceramah soal partai setan. Saleh menegaskan, tak ada yang salah dalam ceramah mantan ketua umum PAN itu.

Saleh menuturkan, Amien menyampaikan ceramahnya untuk sesama kalangan umat Islam. "Sebagai seorang muslim, tentu Pak Amien menjelaskan masalah keagamaan dalam bingkai agama Islam yang bersumber dari Alquran dan sunah," kata Saleh seperti diberitakan JawaPos.com, Minggu (15/4).

Baca juga: Amien Rais Dipolisikan Gara-gara Ceramah soal Partai Setan

Menurut Saleh, karena Amien dalam ceramahnya mengutip Alquran maka sumbernya pun jelas. Dalam Alquran, kata Saleh, menggolongkan dua kelompok, yakni hamba Allah dan pengikut setan.

"Karena itu, jika beliau menjelaskan tentang adanya dua kelompok manusia menurut Alquran, ya itu apa adanya. Beliau kan menjelaskan inti sari Surah Al-Mujadilah ayat 19 dan 22. Silakan semuanya membuka surat dan kedua ayat itu. Di sana jelas disebutkan adanya golongan setan dan golongan Allah," ucap Saleh.

Legislator PAN di itu menambahkan, Amien sebagai tokoh agama juga punya kapabilitas untuk mengingatkan para jemaah sesuai dengan tuntunan Alquran. Karena itu Saleh meyakini Amien tidak melakukan ujaran kebencian.

"Kalaupun ada menyebut golongan (partai) tertentu sebagai golongan Allah, tetapi Pak Amien tidak pernah menyebut golongan lain sebagai golongan sebaliknya. Karena itu, tidak ada niat dan perilaku ujaran kebencian dalam ceramah itu," lanjut Saleh.

Lebih lanjut Saleh mengatakan, polisi punya tugas yang lebih penting untuk diselesaikan ketimbang mengurusi laporan tentang Amien. Menurutnya, masalah itu dianggap besar karena yang menyampaikan Amien yang dikenal sebagai tokoh bangsa.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar