Anak Sering Main HP, Ortu Tak Boleh Lengah

Anak Sering Main HP, Ortu Tak Boleh Lengah
Suhardi Alius. Foto: BNPT

Namun, hal tersebut sudah tidak lagi dilakukan dan beralih dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

“Sekarang tidak perlu datang langsung, cukup dibai’at melalui online lewat internet. Contohnya si Ivan dalam kasus penusukan pastor di Medan tahun lalu. Itu dia bai’at lewat online,” ujar Suhardi.

Mantan Kapolda Jawa Barat ini juga menceritakan anak-anak usia di bawah 12 tahun yang dibawa orang tua untuk hijrah ke Suriah dan bergabung dengan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS).

“Mereka semua sudah didoktrin oleh orang tuanya. Dikatakan kepada anak-anaknya bahwa negara ini kafir dan diajarkan untuk memusuhi orang-orang yang tidak sepaham dengan ideologinya,” kata mantan Kadiv Humas Polri ini.

Mantan Wakapolda Metro Jaya ini menekankan perlunya pengawasan dari orang tua terhadap anak dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi agar terhindar dari paham radikalisme dan terorisme.

“Karena kalau sudah terkena paham itu, ditambah narkoba dan pornografi anak-anak itu tidak ada masa depannya,” kata pria kelahiran Jakarta, 10 Mei 1962 itu.

Usai menjadi narasumber di Pondok Pesantren Al Hikmah, sore harinya Suhardi menghadiri dan memberikan sambutan pada acara Peringatan Hari Lahir ke-71 Pengurus Wilayah Mulimat N Jawa Timur serta Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten dan Kota Kediri.

Acara itu berlangsung di GOR Joyoboyo Kediri dengan dihadiri tidak kurang dari 1.000-an orang Muslimat NU  

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News