JPNN.com

Analisis Pangi soal Manuver Surya Paloh NasDem

Kamis, 31 Oktober 2019 – 19:57 WIB
Analisis Pangi soal Manuver Surya Paloh NasDem - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menduga manuver Partai NasDem belakangan ini bukan untuk menaikkan posisi tawar di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu justru menganggap partai pimpinan Surya Paloh tersebut sudah mempersiapkan diri untuk Pemilu 2019.

Akhir-akhir ini NasDem memang getol bermanuver, termasuk berbicara soal kemungkinan beropisisi terhadap pemerintahan Presiden Jokowi. Tak hanya itu, NasDem juga akan menggandeng Partai Keadilan Sejahtera (PKS) guna mengkritisi kebijakan pemerintah.

"PKS dan NasDem berpikir main panjang, yaitu tidak hanya bagi-bagi kue kekuasaan sekarang, tetapi bagaimana kepentingan Pilpres 2024," kata Pangi kepada jpnn.com, Kamis (31/10).

Pangi menjelaskan, NasDem sudah mendapat tiga kursi menteri di Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Jokowi. Oleh karena itu Pangi melihat manuver Surya Paloh bukan dalam rangka meningkatkan posisi tawar politik di hadapan Presiden Jokowi maupun Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Kalau hanya bermanuver dalam rangka mengonter kekuatan Megawati, masih sangat jauh menurut saya menuju ke arah sana," ulas Pangi.

Namun, Ipang -panggilan akrab Pangi- menyebut pertemuan Surya Paloh dengan Presiden PKS M Sohibul Iman tidak bisa dianggap sepele. NasDem, kata Pangi, lebih tertarik bermain pada Pemilu 2024 dan melihat kesamaan misi itu dengan PKS.

"Penjajakan ini jelas ada agenda yang dibawa, kepentingan siapa dan untuk apa. Kalau kami lihat dari pendekatan komunikasi politik tentu ada makna di balik pertemuan tersebut, pesan politiknya, aktornya dan pengaruhnya, ada juga partai koalisi pemerintah melihat bahwa Nasdem sedang melakukan manuver politik dan memainkan politik dua kaki," jelas dia.(tan/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara