Ancam Polisi dengan Celurit, Jambret Langsung Ditembak

Ancam Polisi dengan Celurit, Jambret Langsung Ditembak
Pistol. Ilustrasi: YouTube

jpnn.com, SURABAYA - Polisi terpaksa menembak dengkul Ravly Kalingga Ratno Ibra Ashari. Pria 19 tahun itu ditembak karena menjambret di Jalan Ir Soekarno, Surabaya, Jatim.

Setiap kali beraksi, Ravly tidak pernah sendiri. Dia selalu bersama tiga temannya. Sampai saat ini, mereka masih menjadi buron polisi.

Sebelum diringkus, Ravly dan tiga temannya sedang melakukan hunting. Kriterianya adalah seorang perempuan yang sedang berkendara tengah malam.

Ravly menyatakan bahwa perempuan memang sengaja dipilih. Sebab, mereka tidak akan melawan. Sekalipun melawan, tenaganya tidak akan sekuat pria.

Ravly dan tiga temannya selalu berburu di kawasan Jalan Ir Soekarno. Saat itu kondisi jalan sepi.

''Kebetulan dia satu-satunya perempuan di situ,'' terang pria yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir tersebut.

Nah, kebetulan korban saat itu baru pulang. Dia merupakan seorang pegawai salah satu rumah karaoke.

Lokasinya berada di kawasan Rungkut. Dia hendak kembali ke rumahnya di kawasan Kenjeran.

Jambret berusaha kabur setelah merampak tas seorang perempuan dan mengancam dengan celurit.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News