Andai M Nuh Tak Ikut Lelang, Tidak Mungkin Motor Listrik Laku Rp 2,5 M Lebih

Andai M Nuh Tak Ikut Lelang, Tidak Mungkin Motor Listrik Laku Rp 2,5 M Lebih
KTP milik M Nuh, pemenang lelang sepeda motor listrik, berani beli Rp2,55 miliar. Foto: ANTARA/HO

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyatakan, pengusaha muda Warren Tanoesoedibjo ditetapkan sebagai pemenang lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Jokowi, dalam konser amal virtual bertajuk "Berbagi Kasih Bersama Bimbo", Minggu (17/5).

Pasalnya, Warren Tanoe bersedia meningkatkan tawaran harga motor listrik senilai Rp2,550 miliar.

"Akhirnya setelah panitia menghubungi beberapa nama, jatuhlah kepada Warren yang bersedia meningkatkan penawarannya sama dengan M. Nuh (sebesar Rp2,550 miliar)," kata Bamsoet saat konferensi pers di Graha BNPB Indonesia, di Jakarta, Jumat (22/5).

Bamsoet menjelaskan, dalam acara lelang konser amal itu, ada beberapa nama yang menawar harga tertinggi yaitu M. Nuh asal Jambi Rp2,550 miliar, Gabriele Mowengkang seorang pengusaha Manado (Rp2,5 miliar), Maruara Sirait (Rp2,4 miliar), Warren Tanoesoedibjo Rp2,1 miliar, dan Ishak asal Bogor (Rp1,8 miliar).

Menurut dia, setelah M. Nuh yang mengaku pengusaha asal Jambi itu menyatakan mundur, ada beberapa pengusaha yang berani menawar motor listrik tersebut di atas harga Rp2,550 miliar.

"Namun, kita tetap konsisten mengutamakan peserta lelang di bawahnya saat acara lelang kemarin," ujarnya.

Bamsoet mengatakan, banyak peminat motor listrik merk Gesits milik Presiden Jokowi tersebut karena ingin memiliki sebuah motor dengan tanda tangan presiden yang akan menjadi kenangan dan koleksi pribadi seumur hidupnya.

Selain itu, dia mengakui pihaknya kena gurauan atau prank yang dilakukan M. Nuh yang mengaku seorang pengusaha tambang asal Jambi.

Panitia lelang motor listrik menetapkan Warren Tanoesoedibjo sebagai pemenang, setelah M Nuh mengundurkan diri.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News