Andi Mallarangeng: Bisa Enggak Pak Jokowi Dimakzulkan MPR Abal-Abal? 

Andi Mallarangeng: Bisa Enggak Pak Jokowi Dimakzulkan MPR Abal-Abal? 
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng. Foto: tangkapan layar YouTube FNN

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng menyatakan Partai Demokrat sebenarnya tidak perlu khawatir menyikapi kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, kalau dalam kondisi normal.

Masalahnya, sistem di Indonesia ini memungkinkan partai kehilangan kontrol ketika pihak abal-abal mengajukan pengesahan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

"Jadi sebenarnya kita (DPP Partai Demokrat) tidak perlu terlalu khawatir karena semuanya jelas, KLB itu semua orang tahu, itu abal-abal, karena tidak sesuai AD/ART yang tercantum di lembaran negara tahun 2020," katanya di YouTube FNN, Senin (8/3).

Karena semuanya jelas bahwa mereka yang hadir dalam KLB juga orang-orang tidak jelas, bukan pemilik suara. Ada 34 DPD dan 514 DPC Demokrat di seluruh Indonesia, apakah mereka hadir waktu itu di KLB.

"Ada enggak yang hadir? Lalu dari 514 DPC, ada enggak yang hadir? berapa orang? hitungan kami hanya sekitar 30-an. Ada enggak persetujuan dari Majelis Tinggi Pak SBY? Enggak ada juga," ujarnya. 

Dari sisi penyelenggara di dalam AD/ART itu jelas disebutkan bahwa penyelenggaranya dari DPP Partai Demokrat. 

"Nah, karena itu abal-abal maka ketumnya juga abal-abal," tegasnya.

Mantan Menpora ini menegaskan Demokrat sebenarnya tidak khawatir bila dalam keadaan normal. Persoalannya adalah sistem pengesahannya diputuskan Kemenkumham. 

Andi Malarangeng mengumpamakan KLB Partai Demokrat dengan MPR abal-abal, begini kalimatnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News