Anggota DPR Minta Dirut BPJS Mencabut Pernyataannya

Anggota DPR Minta Dirut BPJS Mencabut Pernyataannya
Menkes Terawan Agus Putranto (baju putih), Dirut BPJS Kesehatan saat raker dengan Komisi X DPR, Rabu (6/11) di Kompleks Parlemen, Jakarta. Foto boy/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay memprotes pernyataan Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris. Saleh tidak terima pernyataan Fachmi menyebut iuran BPJS lebih murah daripada membeli pulsa telepon.

“Ini perlu dicatat. Saya protes kenapa, saya mengganggap bahwa dirut BPJS sedang menyederhanakan masalah. Padahal, masalah-masalah itu sangat kompleks,” kata Saleh saat rapat kerja Komisi IX DPR dengan

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, BPJS, DJSN, dan Badan Pengawas BPJS di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (6/11).

“Coba bayangkan iuran BPJS dibandingkan pulsa telepon, itu sangat-sangat tidak komparatif, tidak kompatibel, dan tidak komparabel. Tidak boleh dibandingkan seperti itu,” lanjut politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Legislator dapil Sumatera Utara II itu lantas mengajak Fachmi sekali-sekali ke kampungnya untuk melihat bahwa masih ada warga yang susah yang gajinya Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu sehari.

“Tidak usah menunggu setengah jam, 20 menit saya tunjukkan ini loh orang yang gajinya Rp 20 ribu, Rp 30 ribu sehari,” katanya.

Dia tidak setuju analogi dirut BPJS yang sebelumnya menyebut bahwa untuk membayar iuran BPJS, masyarakat bisa menabung Rp 2 ribu per hari. Saleh menjelaskan, kalau dalam satu keluarga itu ada suami, istri, dan satu anak, berarti setiap hari harus menambung Rp 6 ribu.

Namun, kata dia, kadang-kadang itu orang di kampung memiliki anak banyak. Misalnya, kata dia, kalau ada anak lima, maka ditambah suami dan istri, iuran yang harus dibayar adalah untuk tujuh orang. Artinya, sehari harus menabung Rp 14 ribu.  Kalau sepuluh hari Rp 140 ribu. Kalau 30 hari sudah Rp 420 ribu. “Jadi, lebih  murah mana iuran BPJS atau pulsa telepon?” kata Saleh dengan mimik wajah serius.

Pernyataan Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris mendapat protes dari anggota DPR Komisi IX.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News