Ani Ema Susanti, dari TKW Jadi Produser Film Dokumenter

Berkat Pengalaman Jadi Pembantu di Hongkong

Ani Ema Susanti, dari TKW Jadi Produser Film Dokumenter
Ani Ema Susanti (dua dari kanan) bersama sineas Nia Dinata (dua dari kanan) usai menghadiri festival film Berlinale 2009 di Jerman. Foto : Dokumen Pribadi for Jawa Pos
 

Ani lalu pindah ke UKM (usaha kecil menengah). Namun, karena penghasilannya yang minim, Ani tidak bisa menabung maupun membantu orang tua. Dia kemudian mencoba untuk menjadi sales kosmetik keliling dari rumah ke rumah. "Tapi, ibu dan bapak nggak tega saya bekerja seperti itu. Saya disuruh berhenti," jelasnya.

 

Pada saat yang sama, orang tua Ani menghadapi masalah ekonomi. Mereka terlilit utang di bank. Tidak ada pilihan, Ani akhirnya mengikut jejak para tetangganya, menjadi TKW. Meski berat hati, dia tidak mau sembarangan dalam menjalankan profesi itu.

Sebelum berangkat, Ani meneliti negara-negara tujuan TKW yang mengutamakan jaminan keamanan dan kesehatan. Hasilnya, dia memilih Hongkong sebagai tempat bekerja. Dari bekerja sebagai TKW itu, Ani berharap dapat menabung untuk biaya kuliah sekaligus membantu orang tua di desa.

 

Petualangan Ani sebagai TKW pun dimulai. Dia mendaftar di sebuah PJTKI (pengerah jasa tenaga kerja Indonesia) di Bekasi. Selama enam bulan dia tinggal di penampungan TKI untuk dididik dan diberi bekal keterampilan.

Pengalaman menjadi TKW di Hongkong mengantarkan Ani Ema Susanti sukses di bidang film dokumenter. Berbagai penghargaan nasional dan internasional

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News