Anies Baswedan, dari Rumah Sakit ke Rumah Sehat

Anies Baswedan, dari Rumah Sakit ke Rumah Sehat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengubah nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta. Foto: Ilustrasi Ryana Aryadita Umasugi/JPNN.com

Karena itu penyebutan rumah sehat pun dipertanyakan apakah rumahnya yang sehat atau orangnya. Jangan-jangan, hanya rumahnya yang sehat, tetapi orangnya sakit-sakitan.

Bahasa Malaysia menerjemahkan rumah sakit menjadi ‘’hospital’’ dengan mengadopsi langsung dari bahasa Inggris.

Hal yang sama dilakukan oleh Malaysia dalam menerjemahkan berbagai istilah bahasa Inggris menjadi bahasa Melayu.

Joke yang selama ini banyak beredar menyebut bahwa dalam bahasa Malaysia ‘’rumah sakit bersalin’’ disebut sebagai ‘’hospital korban laki-laki’’.

Di satu sisi pemakaian kata hospital berkonotasi positif, tetapi di sisi lain ‘’korban laki-laki’’ berkonotasi negatif dan seksis.

Perubahan nama yang diumumkan Anies Baswedan pun menuai kritik dari para kritikus.

Politisi PDIP malah menganggap penjenamaan rumah sehat itu kebijakan yang tidak efektif. Setelah melakukan perubahan nama jalan di Jakarta, sekarang Anies mengubah nama rumah sakit.

Politisi PDIP meminta Anies berhenti membuat kebijakan yang berbau pencitraan, dan lebih fokus ke kebijakan yang menyentuh rakyat secara langsung, seperti pengentasan kemiskinan.

Anies mengubah nama RSUD menjadi Rumah Sehat Untuk Jakarta. Kebijakan ini menjadi pertanyaan apakah benar-benar substantif atau sekadar permainan semantik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News