JPNN.com

Anies Baswedan Meraup Simpati jika Pendukungnya Menebar Narasi Seperti Ini

Sabtu, 25 Januari 2020 – 12:16 WIB
Anies Baswedan Meraup Simpati jika Pendukungnya Menebar Narasi Seperti Ini - JPNN.com
Salah satu massa aksi pendukung Anies Baswedan, Roni (kiri) dan orator massa pendukung Anies Baswedan, Lukman Abidin (kedua kiri) menerangkan mengenai 17 orang diamankan di Balai Kota Jakarta. Foto: Antara/Ricky Prayoga

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Adi Prayitno tidak heran melihat pro-kontra menyangkut beragam kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di media sosial, belakangan ini.

Menurutnya, keterbelahan di tengah masyarakat, terutama di DKI Jakarta, merupakan sisa situasi politik Pilkada 2017 lalu. Fakta lain, ada keinginan pihak tertentu mendorong Anies maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024.

"Sebelumnya masyarakat sudah terbelah antara yang pro dan kontra terhadap Anies. Tinggal kuat-kuatan narasi politik saja," ujar Adi kepada jpnn.com, Sabtu (25/1).

Menurut direktur eksekutif Parameter Politik Indonesia ini, jika yang lebih kuat narasi opini kubu Anies, maka akan sangat menguntungkan bagi mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu melaju menuju Pilpres 2024 nantinya.

Sementara jika narasi opini penentang Anies yang lebih kuat, maka daya rusaknya mampu mengubur peluang mantan Rektor Paramadina itu mengikuti jejak Presiden Joko Widodo.

"Misalnya, yang dikritik itu Anies nyaris terlihat enggak punya program menangani banjir. Tetapi pembelanya membangun satu narasi politik yang cukup kuat, 'Anies sudah banyak melakukan terobosan, tetapi diserang dari berbagai penjuru'. Nah, dengan narasi ini kan bisa saja menimbulkan simpati ke Anies," ucapnya.

Dosen di Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta ini lebih lanjut mengatakan, kritikan yang diarahkan ke Anies cenderung tidak disertai bukti. Malah dengan narasi-narasi yang dapat menguntungkan Anies.

"Jadi ada penggiringan opini, seolah-olah diserang dari berbagai penjuru tanah air. Apa pun yang dilakukan Anies itu salah. Kemudian, seolah-olah Anies itu dizolimi. Akibatnya, hal-hal yang sifatnya substantif tak lagi menjadi perdebatan. Hal yang menjadi perdebatan itu justru pro-kontra nya. Itu yang kemudian menjadi renyah di ruang publik," katanya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
tomo