Anies Ingin Membangun Double Track Kereta Api Kertapati-Tanjung Karang-Bakauheni

Anies Ingin Membangun Double Track Kereta Api Kertapati-Tanjung Karang-Bakauheni
Anies Baswedan dalam dialog kebangsaan. Foto: Tim Media AMIN

jpnn.com - BANDAR LAMPUNG - Capres Anies Baswedan menunjukkan gagasannya membangun kota-kota di Indonesia dengan prinsip keadilan dan kesetaraan.

Pada Dialog Kebangsaan di Kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Kamis (7/12), Anies mengungkap rencana membangun jalur kereta api double track Kertapati-Tanjung Karang-Bakauheni.

Anies memaparkan tentang rencananya tersebut, bahkan Gubernur DKI periode 2017-2022 itu pengin peletakan batu pertama proyek tersebut dilakukan pada 17 Agustus 2025.

"Saat ini penduduk Indonesia banyak yang tinggal di kota. Diprediksi pada 2045 penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan 75 persen. Bayangkan jika semua menggunakan kendaraan pribadi," katanya.

Anies menyebut, kereta api yang tersedia hanya rute Lampung-Palembang dengan satu jalur. Akibatnya jadwal keberangkatan kereta sangat lambat. Anies ingin moda transportasi kereta api makin diminati masyarakat dengan menambah intensitasnya.

"Kami ingin membangun double track sehingga jarak yang sekarang 300-an kilometer ditempuh sekitar sembilan jam, dengan doubletrack insyaallah bisa ditempuh dengan lebih cepat dan akan meningkatkan intensitas kereta apinya, intensitas antarkota juga meningkat," ujar Anies.

Menurut Anies, jika kereta api hanya berangkat membawa penumpang pada pagi dan malam hari, maka jumlah penumpangnya akan terbatas. Lain cerita jika kereta api membawa penumpang setiap dua jam, maka intensitas masyarakat akan lebih cepat dan hubungan antarkota tersambung setiap saat.

"Antarkota tersambungkan dengan efisien. Naik kereta api juga membuat bisa berbagi ruang. Perasaan persatuan bisa dibangun di dalam kereta api. Beda dengan tol hanya dinikmati oleh orang yang punya mobil. Kereta api adalah kendaraan rakyat yang mempersatukan," kata Anies.

Anies bilang kendaraan umum harus terus dikembangkan di masa mendatang untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News