Antisipasi Kekeringan, Kementan Sarankan Petani Kulon Progo Asuransikan Lahan Pertaniannya

Antisipasi Kekeringan, Kementan Sarankan Petani Kulon Progo Asuransikan Lahan Pertaniannya
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat panen raya padi di Bangka Selatan. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyarankan supaya petani di Kulon Progo, Yogyakarta tetap mengikuti asuransi lahan pertaniannya untuk mengantisipasi kerugian di musim kemarau.

Saat ini kekeringan mulai dirasakan petani di Kalurahan Kedundang, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo. Mereka pun kembali mengaktifkan sumur-sumur pantek untuk pengairan lahan pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa salah satu tuntutan di sektor pertanian saat ini adalah meningkatan produktivitas.

“Sekarang semua negara kembali memperkuat sektor pertanian. Kita pun harus melakukan itu. Tidak boleh ada lahan yang dibiarkan kosong,"kata Mentan Syahrul di Jakarta, Selasa (8/9).

"Kita harus tanam agar produksi meningkat. Dan lahan pertanian harus dijaga agar tidak ada ancaman gagal panen agar petani tidak rugi. Caranya dengan mengikuti asuransi,” lanjut menteri yang beken disapa dengan inisial SYL itu.

Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy mengatakan asuransi adalah pilihan tepat untuk petani dalam mengantisipasi kekeringan.

“Kita jelas tidak mau lahan pertanian terganggu. Karena pengaruhnya ada di produktivitas. Kami meminta petani memberikan perhatian serius terhadap ancaman kekeringan, misalnya dengan mengikuti asuransi. Sebab, cara ini efektif untuk melindungi lahan pertanian,” sebutnya.

Menurut Edhy, langkah antisipatif yang bisa diambil petani di Kulonprogo adalah mendaftarkan lahan pertanian ke asuransi. Apalagi jika kondisi kekeringan sudah sangat mengganggu pengairan.

Kementan menyarankan petani mengasuransikan lahan pertaniannya untuk antisipasi kerugian saat kemarau.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News