Apa Iya Twit Jumhur Bisa Picu Demo Rusuh Tolak Omnibus Law?

Apa Iya Twit Jumhur Bisa Picu Demo Rusuh Tolak Omnibus Law?
Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat (berbaju tahanan) tiba di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (16/10/2020) guna menjalani pemeriksaan. Foto: Reno Esnir/Antara

jpnn.com, JAKARTA - Tim penasihat hukum Jumhur Hidayat menyebut twit yang diunggah aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu tak ada kaitannya dengan demo menolak Omnibus Law Cipta Kerja yang berakhir rusuh pada Oktober 2020.

Pengacara dari LBH Jakarta Oky Wiratama sebagai penasihat hukum Jumhur menilai perkara yang menjerat kliennya merupakan bentuk ketidakadilan.

Menurut Oky, demo menolak Omnibus Law sudah terjadi pada Juli 2020, sedangkan twit Jumhur baru pada Oktober 2020.

"Twit Jumhur Hidayat itu terjadi pada Oktober 2020, sedangkan  penolakan Omnibus Law sudah terjadi jauh sebelum itu, yakni bulan Juli 2020. Jadi, bagaimana ukuran signifikan twit Jumhur menyebabkan semua gerakan masyarakat menolak Omnibus Law?" ujar Oky kepada wartawan, Kamis (21/1).

Advokat Muhammad Isnur sebagai salah satu penasihat hukum Jumhur juga menyebut perkara yang menjerat mantan kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) itu termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Sebab, Jumhur ditangkap dan dijadikan tersangka hanya karena masalah twit saja.

"Itu pelanggaran kebebasan berekspresi, orang bikin twit dan berbicara ditangkap tanpa alasan cukup jelas. Ada pelanggaran prosedur secara KUHAP,hak tersangka itu di langgar," pungkasnya.

Sebelumnya jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan mendakwa Jumhur telah menyebarkan hoaks yang menimbulkan keonaran.

JPU mempersoalkan twit Jumhur tentang Omnibus Law pada 25 Agustus 2020 dan 7 Oktober 2020 telah memicu demo rusuh. Menurut JPU, Jumhur tidak mengetahui isi UU Omnibus Law yang telah dijelaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).(cr3/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

Pengacara dari Aktivis KAMI, Jumhur Hidayat menyebutkan kalau tweet yang diposting kliennya itu tak ada kaitannya dengan keonaran demo Omnibus Law UU Ciptaker


Redaktur & Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News