ART Keluarga Ferdy Sambo Bercerita soal Membersihkan Darah Yosua dan CCTV No Signal

ART Keluarga Ferdy Sambo Bercerita soal Membersihkan Darah Yosua dan CCTV No Signal
Mantan Kadivpropam Polri Ferdy Sambo yang menjadi terdakwa pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (1/11). Foto: dokumentasi JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Jaksa penuntut umum menghadirkan saksi bernama Diryanto alias Kodir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (3/11), sebagai saksi bagi Hendra Kurniawan dan Agus Nupatria yang didakwa merintangi penyidikan (obstruction of justice) kematian Nofrianyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Kodir merupakan asisten rumah tangga (ART) yang membersihkan darah Yosua di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jaksel, pada 8 Juli 2022.

Menurut Kodir, dirinya sudah 10 tahun bekerja di keluarga Ferdy Sambo.

Setelah Yosua tewas, Kodir mendapat perintah untuk membersihkan darah dari tubuh salah satu ajudan Ferdy Sambo itu.

"Saya lagi di garasi," kata Kodir dalam kesaksiannya.

"Terus (ada orang lain) bilang, 'mas tolong dong bersihin dalam'," tuturnya.

Kodir mengaku tidak mengenal sosok yang memerintahkannya membersihkan darah.

Menurut Kodir, dirinya membersihkan darah Yosua dengan serokan kayu.

Diryanto alias Kodir, ART keluarga Ferdy Sambo yang sedang berada di garasi, tiba-tiba diperintahkan masuk ke dalam untuk membersihkan darah Yosua.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News