JPNN.com

Asia Sentinel Cabut Artikel soal SBY, Begini Reaksi PD

Kamis, 20 September 2018 – 04:04 WIB Asia Sentinel Cabut Artikel soal SBY, Begini Reaksi PD - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Partai Demokrat (PD) merespons keputusan portal berita Asia Sentinel mencopot artikel berjudul Indonesia’s SBY Government: ‘Vast Criminal Conspiracy' yang membuat heboh di Indonesia karena berisi tuduhan miring terhadap Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan partai pimpinannya. Bagi PD, pencopotan berita dan permintaan maaf Asia Sentinel belum cukup.

Menurut Ketua DPP PD Jansen Sitindaon, pihaknya masih akan membuktikan lebih jauh lagi bahwa Asia Sentinel bukanlah perusahaan pers. Selain itu, PD juga akan membuktikan artikel bertitel Indonesia’s SBY Government: ‘Vast Criminal Conspiracy' di Asia Sentinel bukanlah produk jurnalistik.

"Agar ke depan ini jadi pelajaran juga bagi media di Indonesia sehingga tidak segampang itu menyadur berita dari luar bulat-bulat. Hal-hal berbau asing seakan-akan langsung dianggap paling akurat, paling kredibel dan langsung dimuat oleh media lokal," kata Jansen saat dihubungi JPNN, Kamis (20/9) dini hari.

Baca juga: Maaf, Asia Sentinel Mengaku Salah dan Copot Artikel soal SBY

Menurut Jansen, artikel Asia Sentinel itu telah menimbulkan banyak korban. Karena itu, ujar dia, wajar jika PD tak serta-merta mengakhiri persoalan yang muncul akibat berita tulisan John Berthelsen yang juga pemimpin redaksi Asia Sentinel tersebut.

"Kerusakannya sudah kadung dalam karena sudah dibumbui dan digoreng di sana-sini. Nama baik Pak SBY dan Partai Demokrat sudah kadung rusak," ungkap Jansen.

Politikus berlatar belakang praktisi hukum itu menegaskan, pihaknya juga akan terus mengejar pihak-pihak di Indonesia yang diduga mendalangi artikel di Asia Sentinel. Menurut Jansen, ketika PD sudah mengantongi cukup bukti adanya permainan pihak-pihak di Indonesia yang menggoreng pemberitaan Asia Sentinel maka partai berlambang bintang segitiga merah putih itu akan langsung menempuh langkah hukum.

"Untuk pihak-pihak di lokal Indonesia (dalam negeri) yang kami duga ikut bermain di belakang berita Asia Sentinel ini akan terus kami kejar," katanya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...